28 - Sorry, Because ILY

1112 Words

H-1 pernikahan, Taris panik tanpa sebab. Ia mondar-mandir karena gundah. Perasaan aneh menghinggapi hatinya. Sudah pukul satu pagi dan ia tak bisa tidur. Kenapa pra-menikah segugup ini? Pikir Taris dalam hati. Elmarc, ia memikirkan pria itu. Taris tiba-tiba sangat merindukannya. Tanpa berpikir panjang, Taris meraih handphone miliknya yang berada di atas nakas. Ia mencari kontak El, hendak meleponnya. Taris ingin segera melepas rindu dengan pria itu. Telepon pertama, El tidak mengangkat. Telepon kedua, El juga tidak mengangkat. Taris tahu mungkin El sedang nyenyak berada di dalam mimpi. Tapi, Taris sudah tidak bisa menahan rasa kangennya. Berlebihan memang, tapi itu kenyataannya. Lagi, untuk ketiga kalinya Taris menelepon. Ia sudah berniat untuk tidak menelpon lagi jika telepon ketiga i

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD