19. Makan malam (2)

1566 Words

"Neng!" Rasanya aku senang sekali saat baru keluar dari pintu lobi dan sudah menemukan Fattah tengah menungguku. Hari ini adalah hari terakhir sebelum dia pergi untuk pekerjaan dinas, maka kami sudah sepakat untuk makan malam bersama sebagai tanda perpisahan dan aku sudah sangat menegaskan padanya bahwa aku tidak ingin rencana kali ini gagal atau berubah seperti sebelumnya. Untunglah Fattah menepati janjinya dengan baik kali ini. "Dari tadi ya?" tanyaku. Aku tidak bisa menghilangkan senyum di wajahku. senang sekali akhirnya setelah sekian lama kami bisa makan malam bersama dan agenda lainnya adalah untuk membahas rencana pernikahan kami, tentang kunjungan orang tuanya kembali ke kediaman keluarga ku. "Baru kok. Tadi aku keluar dari kantor jam setengah lima, untungnya enggak macet," b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD