18. Aneh

1535 Words

Ternyata bukan hanya aku yang merasa aneh setelah menjaga jarak dari Kale, tapi orang-orang di dalam ruangan kami, bahkan Lalisa pun merasakan juga. Wanita yang cintanya pernah ditolak oleh Kale itu berulang kali bertanya dan memastikan apakah aku dan Kale bertengkar atau tidak saat di jam makan siang, aku tidak bersama dengan Kale dan malah buru-buru mengajaknya ke kantin kantor. Walaupun aku sudah memastikan bahwa kami baik-baik saja, tapi Lalisa masih tidak percaya. Karena biasanya aku dengan Kale seperti sudah satu paket, seperti kakak beradik akur yang selalu kemana-mana bersama. "Lo beneran lagi marahan ya? Kenapa memangnya? Kale maksa lo naik bus? Atau dia enggak kasih respon yang cukup baik pas lo curhat?" Aku tertawa mendengar pertanyaan Lalisa. Dia bahkan hapal hal-hal apa sa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD