Ting tong ting tong Bel gerbang depan terus berbunyi, bertubi-tubi. "Albern! Bukain donk, kasian Gladys, masa kamu mau nyuruh dia buat jalan ke depan cuma buat bukain pintu gerbang?" Resma merecoki putranya karena tak tega melihat sang menantu yang terlihat kesakitan. Alb melirik ke arah Gladys dengan kesal, "Cepet bukain donk sayang ... " ujar Gladys memonyongkan bibirnya manja. "Ck!" Suara malas penuh kedongkolan lolos dari bibir Alb, kakinya menghentak lantai kasar. Ia kemudian berjalan menuju gerbang depan. Baru beberapa langkah, ia terhenyak setelah tahu siapa yang datang. "Tante Widi, Om Harbi!" pekiknya hingga terdengar sampai ke telinga Gladys. Seperti dua partner in crime yang saling terhubung secara telepati, Gladys dan Alb melempar pandangan secara bersamaan. Ekspre

