Keluarga Bahagia?

1089 Words

Rowan bimbang. Suara Kara terlalu meyakinkan. Sebelum ia bisa mengambil keputusan, suara Louis dan Emily memecah fokusnya. "Mama, Mama ...." Sambil tertawa-tawa, si Kembar memeluk kaki Kara. "Lihatlah! Kami dapat banyak hadiah dari penggemar." Louis memamerkan beberapa bungkus cokelat di tasnya. "Penggemar?" Kara terbelalak. "Ya, Mama. Orang-orang tadi bilang kalau mereka adalah penggemar kami karena kami keren dan pintar," sambung Emily sambil membetulkan mahkotanya. Sementara Kara tertawa kecil, tatapan si Kembar beralih ke Rowan. "Mama mengenal kakek ini?" bisik Louis sambil menempatkan satu tangan di sebelah mulut. "Tentu saja. Tuan Harper adalah kakek dari bos Mama." "Kakek dari CEO yang menyebalkan itu?" Rowan terbelalak mendengar julukan yang disebut Louis. "Cucuku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD