Mana Ayah Kalian?

1022 Words

"Selamat pagi, Tuan.” Louis menggandeng tangan sang adik untuk melangkah maju. “Aku dan Emily sangat berterima kasih karena kamu sudah memberi kami beasiswa. Kami juga senang bisa datang ke acara yang keren ini. Karena itu, kami ingin memberimu hadiah." Sambil sesekali melirik ke arah Sean, Emily keluar dari balik punggung Louis. "Kami baru membeli pensil warna. Jadi, kami memutuskan untuk memberikan gambar pertama kami kepadamu." Emily menyerahkan kertasnya kepada Rowan. Tangan mungilnya tampak gemetar. Melihat wajah manis itu, Rowan tiba-tiba teringat akan Kara. Kebenciannya bangkit. Ia enggan mengambil kertas. Mendapat penolakan semacam itu, kerut alis Emily bertambah dalam. Ia kebingungan dan menoleh ke arah Louis seolah meminta bantuan. "Tuan, adikku memberimu hadiah. Kenapa kamu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD