Saling Ancam

1010 Words

"Kau sudah tidak waras, hmm? Kau rela mengorbankan masa depan demi seorang gadis yang tidak punya apa-apa? Haruskah aku menggunakan ancaman agar kau sadar?" Rowan menggeleng dengan mata terbelalak. Tanpa terduga, Frank malah meninggikan dagunya. "Memangnya apa yang bisa Kakek ambil dariku? Kebebasan? Kakek sudah mengambilnya sejak dulu. Perusahaan? Aku otaknya. Tanpa aku, Savior akan mati." Mendengar gertakan sang cucu, napas Rowan semakin menderu. Namun, itulah kenyataannya. Tidak ada yang bisa ia ambil dari Frank ... selain sang sekretaris. "Kau sangat mencintai perempuan itu, bukan? Bagaimana kalau aku mengambilnya darimu?" Raut Frank sontak berubah gelap. Tangannya pun terkepal semakin erat. "Tolong jangan menguji kesabaranku, Kek," ucapnya dengan nada rendah. Berhasil memberi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD