Jangan Pergi

1098 Words

Sudah beberapa jam Kara duduk di depan laptop, mengumpulkan informasi lowongan kerja. Namun, tidak ada satu pun yang sesuai dengan kualifikasinya. Statusnya sebagai orang tua tunggal beranak dua jelas bukan keuntungan, apalagi catatan buruk yang sengaja ditinggalkan oleh Finnic di resume-nya. “Haruskah aku menghubungi Ben Wilson? Aku bisa mengajukan diri menjadi pelayan di restorannya. Mungkin, dia mau menerimaku demi si Kembar.” Kara pun mencari kartu nama Ben dalam tas. Namun kemudian, ia teringat. Ia menyelipkan kartu tersebut dalam buku catatan di meja kerjanya. "Haruskah aku pergi mengambilnya? Barang-barangku juga masih di sana." Kara melipat tangan dan mengetuk-ngetuk siku dengan pulpen. Seingatnya, Frank sedang memiliki jadwal di luar kantor. Selang satu helaan napas panjang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD