Melihat reaksi Frank, Kara pun berputar. Dua orang balita ternyata sedang berbaring dekat tumpukan yang lebih tinggi di bagian tengah. Mereka berteduh dalam bayangannya dengan posisi saling berpelukan. "Mereka di sini ...." Kara mendesahkan senyuman. "Mereka di sini!" Tanpa memperhitungkan ketinggian, ia berlari menghampiri si Kembar. "Louis, Emily!" Mendengar nama itu dari mulut Kara, telinga Frank langsung berdenging dan dadanya pun semakin sesak. “Itu sungguh mereka? Aku ... ayah mereka?” Meskipun Frank sudah menduga hal itu lebih awal, kenyataan tetap menamparnya dengan keras. Semua komentar buruk yang ia lontarkan terhadap orang tua si Kembar kini berbalik menghujam jantungnya. “Aku orang tua yang tidak berguna?” Ia sadar, dosanya terhadap Kara dan anak-anak yang ia telan

