Jujur Saja Padaku

1119 Words

Jeremy bergegas melaksanakan perintah. Ia lega masa kritisnya telah berlalu. "Nona ...." Ucapan Jeremy terhenti. Ada banyak telinga di sekitarnya. Ia tidak mungkin memperingatkan Kara sekarang. “Tuan memanggil Anda,” tuturnya dengan penuh penekanan. Ia berharap Kara bisa menangkap kode yang dikirimkan lewat tatapan mata dan nada suara. Kara menghela napas. Ia benar-benar lelah. Semalaman ia tidak tidur, dan sekarang, ia harus menghadapi bosnya. “Baiklah.” Kode dari Jeremy gagal diterima. Dengan langkah malas, Kara memasuki ruang CEO. “Ada apa, Tuan?” Tubuh Frank menegang. Ia meremas telapak tangannya yang terasa dingin di bawah meja. “Mengapa kau datang ke kantor? Bukankah kau seharusnya berjaga di rumah sakit?” “Saya tidak mengajukan cuti,” sahut Kara singkat, menegaskan kalau

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD