Kara yang Ketus

1168 Words

Keesokan harinya, Kara sama sekali tidak memasang senyum ataupun tatapan ramah di kantor. Ia seperti Frank Harper dingin versi wanita. Ketika ia memasuki ruang CEO, Frank bahkan menaikkan alis. Ia tidak suka aura yang dipancarkan Kara. “Apakah dia sengaja mengubah image-nya agar aku menjauh?” Setelah berdeham, Frank melengkungkan bibir. “Kemarin kau sampai di rumah dengan selamat?” “Tentu saja. Jika tidak, mana mungkin saya bisa berdiri di sini?” Pipi Frank berkedut. Ia tidak terbiasa menghadapi Kara yang super ketus. “Ada apa Anda memanggil saya?” tanya gadis itu dengan nada tak senang. Frank menghela napas pasrah. Ia bisa merasakan bahwa kemungkinan Kara bersedia pindah ke apartemen baru kini semakin tipis. “Begini, kau tahu kalau properti dan konstruksi merupakan salah sat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD