Keheningan pun menggantung di udara. Pernyataan sang asisten memang masuk akal. Itu bisa jadi alasan utama mengapa Kara berusaha menjauh darinya, agar Frank tidak menjadi cucu yang pembangkang. "Kau benar, Jeremy. Pasti ada cara untuk mengubah keputusan Kakek," gumamnya lirih. Wajahnya kini melukiskan tekad yang bulat. Sementara sang asisten menikmati kopi, Frank tenggelam dalam perenungan. Selang beberapa saat, ia kembali berbisik. "Sekarang karena aku sudah mengetahui identitas Kara, bisakah kau berhenti merahasiakannya? Ceritakan semua tentangnya kepadaku. Kehidupan macam apa yang ia jalani sebelum dan sesudah bertemu denganku." Jeremy bergeming sejenak. Ia telah tiba pada titik penentuan. Setelah mengangguk samar, ia akhirnya mulai bercerita tentang tuduhan yang diterima Kara,

