Sementara Kara merenungi biaya yang harus ia keluarkan untuk ganti rugi, Frank berjalan menuju jendela dan mengambil satu-satunya benda yang selamat. "Semua barang-barang ini bisa diganti dengan yang baru, tapi kamu tidak. Karena itu," Frank duduk di sisi Kara dan meletakkan Yemon di pangkuannya, "aku bersyukur kamu selamat." Kara menatap Frank dengan raut datar. Pikirannya terlalu penuh. Tidak ada ekspresi yang tepat untuk mewakilkannya. "Kamu benar. Yang penting aku selamat," desahnya kaku. Sambil menaikkan sudut bibir, Frank mengelus rambut Kara. "Tapi bagaimana keadaanmu? Kamu sungguh tidak terluka?" Sang wanita tertunduk seolah mampu melihat rasa sakit. Teringat bagaimana ia nyaris bertemu dengan maut, jemarinya kembali bergetar hebat. "Hei ...." Frank menggenggam tangannya

