Wulan perlahan mulai sadar. Sosok pertama yang dilihatnya adalah Sang Nenek yang tersenyum di sebelah kanannya, kemudian sosok yang sudah lama tidak dilihatnya. Reno, berdiri tepat di dekat ujung tempat tidur Wulan, juga tersenyum. “Hai, apa kabar lo?” tanya Wulan dengan suara serak dan berusaha untuk duduk dari rebahannya. Reno langsung membantu menata tumpukan bantal dan menyesuaikan posisi tempat tidur untuk Wulan bersandar. “Baik. Lo itu apa-apaan sih? Lama nggak ketemu, eh ketemu malahan di rumah sakit lagi. Demen banget lo nginep di sini,” ledek Reno. “Ye ... siapa juga yang mau, Ren,” sahut Wulan. “Bimo mana, Ren? Trus anak gue gimana? Tadi perut gue sakit banget, terus keluar banyak darah. Apa kata dokter, Ren? Anak gue baik-baik aja, kan?” Wulan menatap panik Reno dan Nene

