Setelah semua dipastikan sudah beres, terutama urusan administrasi dan obat yang harus dibawa pulang Wulan, Bimo langsung menggandeng Wulan menuju lobi, diikuti Bi Imah yang mendorong troli berisi barang-barang Wulan di belakang. Sesekali Bimo memandang tak suka pada boneka panda jumbo yang dipeluk tangan kiri Wulan. “Itu bonekanya ditinggal aja,” kata Bimo saat mereka sudah sampai di lobi rumah sakit. “Nggak. Suka-suka gue, ini kan punya gue,” jawab Wulan sembari memalingkan wajahnya, tak ingin menatap Bimo. Bimo mendengus kesal melihat reaksi Wulan. Ingin hati dia mengambil paksa boneka panda itu, kemudian membakarnya! Sekalian saja membakar orang yang memberinya juga, Reno! “Den, mana mobilnya?” tanya Bi Imah, menarik Bimo kembali dari lamunannya. “Eh iya, Bi. Bentar saya ambil.

