Sudah dua hari Wulan di rawat di rumah sakit, dan selama itu pula Bimo selalu menjaganya. Tidak membiarkan Reno—meskipun sejenak—untuk mendekati Wulan. Reno hanya diizinkan menjenguk Wulan di saat jam besuk dan dengan pengawasan Bimo. Hal ini kontan membuat Wulan semakin jengkel dengan tingkah Bimo yang membatasi kunjungan Reno. “Gue cuma mau ke toilet, Bim. Berapa kali mesti gue bilang kalau gue bisa sendiri,” gusar Wulan. Bimo menghela napas, ditahannya emosi setiap kali Wulan berbicara dengan nada kesal padanya. Berulang kali dia mengucapkan mantra kata ‘sabar’ dalam hatinya, agar tidak membentak Wulan, bahkan mengeluarkan kalimat yang dapat menyinggung perasaannya. Dia sadar, jika dia membuat Wulan marah, maka dia akan semakin kehilangan kesempatan untuk bersama anaknya. Tidak ber

