Dengan cekatan Rain memberikan pertolongan untuk sang penari.syukurlah tidak ada luka serius yang terjadi.sang penari sudah dipindahkan keruangan rawat inap.Rain memeriksa infus pada tangan gadis itu.memandangi wajah sang penari.jujur Rain belum melupakannya sejak pertemuan singkat waktu itu.bayangan wajah sang penari terkadang mengganggu pikiran nya.
dipandanginya dengan dalam. wajah yang ayu.wajah yang begitu teduh.Rain merasa tidak asing dengan wajah itu.seperti pernah mengenal sebelumnya.dan tanpa disadari tangannya memegang dadanya.ia berdebar.hatinya yang ia kira sudah mati kini berdebar kuat ketika ia menatap sang penari.
Rain memandang keadaan kota pada malam hari dari kaca jendela ruangannya yang berada dilantai atas.lampu lampu kota begitu indah bila dilihat dari atas.
Rain merogoh ponselnya dari saku celananya.mencoba menghubungi sahabatnya itu ia ingin mengabarkan bahwa sang penari mengalami kecelakaan. ia tidak melihat keluarga sang penari datang untuk melihat keadaannya.ia bergumam didalam hatinya apakah sang penari tidak memiliki keluarga.
sahabatnya itu terkejut ketika mendengar kabar.dan akan melihat keadaan sang penari esok hari. ia perpesan kepada Rain untuk menjaga sang penari sementara.sampai ia bisa menghubungi keluarga yang sang penari punya.karena yang ia ketahui sang penari begitu tertutup tentang kehidupannya.padahal sudah tiga tahun lebih ia mengenal sang penari dan sering kali terlibat dalam kerja sama.
keesokan harinya Rain bergegas kerumah sakit.subuh tadi ia pulang sebentar mandi dan mengganti pakaiannya.
Rain memutar handle pintu ruangan. ia tidak tahu mengapa ia rela memasukan sang penari di kamar kelas satu yang lumayan mewah.langkah kakinya perlahan. ia mengecek keadaan sang penari ia bersyukur karena keadaan sang penari mulai membaik. lagi ia memperhatikan wajah sang penari. tanpa sadar tangannya terulur membelai wajah sang penari.menyingkirkan anak rambut yang sedikit menutupi wajahnya.
mata itu perlahan terbuka. lama menatap dalam kearah Rain.
"..Ian... kamu kembali untukku.." guman sang penari.
Rain terpaku mendengar suara sang penari memanggil seseorang. "..Ian.." katanya.tapi lagi lagi dadanya berdebar kuat.
tapi Rain menampik.Rain pikir mungkin karena sang penari baru siuman dari pingsannya karena kecelakaan semalam.sehingga ia belum menyadari siapa yang ada dihadapannya.
namun semenit kemudian ia menyadari bahwa ia salah memanggil.matanya terlihat terkejut sebentar namun kembali menjadi sendu.
Rain melihat ada yang berubah dari tatapan sang penari.
"..maaf dokter... saya kira tadi dokter adalah orang yang saya kenal.maaf karena tadi saya belum sadar sepenuhnya..." kata sang penari sambil menundukkan pandangannya.
".. iya tidak apa apa... jadi apa yang sekarang kamu rasa.apa kepalamu terasa pusing.." tanya Rain.
".. tidak dok.. hanya masih lemas saja.." jawabnya.
".. mungkin kamu masih shock atas kejadian semalam.." ucap Rain.
kembali Rain menatap wajah itu.jujur ia merasa penasaran saat ia menatap mata sang penari.seolah tatapan mata itu dapat menenggelamkannya didalam duka. wajah yang teduh dengan tatapan yang luka.