14.kehilangan

387 Words
Mayang sudah berkemas.ia sudah bisa pulang hari ini. kondisinya sudah membaik.syukurlah tidak ada luka yang fatal akibat kecelakaan malam itu. awalnya Mayang merasa sungguh hidupnya teramat sial. karena sudah mengalami sakitnya rindu dan luka ia juga mengalami kecelakaan yang menyebabkan dirinya mengalami sakit fisik. namun setelah ia menyadarinya ia bersyukur di dalam hati. mungkin ini cara Tuhan mempertemukan dia dengan seseorang yang memang begitu ingin ia temui tanpa harus ia merekayasa apa yang akan dikatakan apabila ia bertemu dengan pemilik hati nya dengan sengaja. karena kecelakaan itulah ia bisa sedikit puas memandangi wajah sang pemilik hatinya. sungguh wajah itu kian tampan. bahkan teramat tampan dari hari terakhir ia menatap wajah itu. rahang yang tegas dengan bentuk hidung yang sempurna. kesan dewasa telah menghiasi wajah itu. wajah yang dulu sering bersandar dipundaknya.wajah yang biasa memandangi nya. wajah yang biasa menghiasi harinya dengan senyuman.dan wajah yang meninggalkan luka yang mendalam dihatinya. jika bukan karena janjinya mungkin Mayang sudah memeluk sang pemilik hati dengan segenap jiwa. yang malam itu hampir saja Mayang lepas kendali mengingkari janjinya. baru satu jam Mayang dirumah dan dia sudah merasa kehilangan. sepertinya ia sudah gila dia lebih memilih dirawat dirumah sakit itu lebih lama.agar ia bisa bertemu dengan sang pemilik hati nya. tidak terasa hampir tujuh tahun ia tidak berjumpa. ia masih mengingat kisah manis itu.meraba bibirnya mengingat kembali ciuman pertamanya. sore itu sedang turun hujan. dua remaja sedang berteduh pada sebuah pondok di area perkebunan teh di desanya. saling bertemu tatap dan tersenyum. sudah lebih setahun mereka menjalin hubungan. sang pria mengulurkan jaket yang ia kenakan kepada gadisnya. ia tidak ingin gadisnya kedinginan karena hujan. ".. sepertinya hujan begitu deras... " ucap nya sambil mengeratkan jaket yang dipakaikan kekasih nya. ".. bukankah ini baik.. kita bisa lebih lama bersama.." jawab si pemuda. ".. kamu kedinginan... kemari lah mendekat.." titah si pemuda. Mayang menurut menggeser tubuhnya untuk lebih mendekat kepada kekasih nya.tangan sang kekasih terulur.menyematkan rambutnya yang basah karena hujan kebelakang telinga nya. dan disaat bersamaan tatapan mereka bertemu seolah waktu terhenti.dan dunia ini seakan hanya ada mereka berdua. sang pemuda menunduk mempertemukan bibirnya ke bibir sang gadis. ciuman itu terasa manis. ciuman pertama dua remaja yang sedang di mabuk asmara. Mayang meraba bibirnya.masih terasa manisnya ciuman itu.ciuman pertamanya dengan sang pemilik hati. dan kini ia merasa hampa dan kehilangan. menekan dadanya yang terasa menyakitkan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD