Rain memainkan pena di jari jemarinya.ia sedang membereskan pekerjaannya hari ini. pagi tadi sebelum ia memasuki ruangan nya. ia sempat mampir melihat ruangan dimana sang penari masih dirawat. keadaanya semakin membaik.mungkin esok lusa sang penari sudah diperbolehkan pulang. masih terbayang wajah dan senyuman sang penari.pikiran Rain menerawang jauh. berpikir keras dengan mengingat wajah itu.sungguh rain merasa tidak asing. bahkan dadanya selalu berdebar bila ia menatap sang penari. apakah ia mulai menyukainya. padahal semua berlawanan dari apa yang Rain impikan. bukan... bukan wanita seperti itu yang Rain mau untuk menjadi penjaga hatinya. Rain punya standar yang tinggi untuk tambatan hatinya. ia ingin seorang wanita berkelas yang akan mendampingin dirinya. bukan seperti sang penari yang dengan mudah dipeluk laki laki yang menjadi partner nya. bukan pula yang mempertontonkan kemolekan tubuh nya.
kepalanya sekita sakit. dari yang sering ia alami ia bukannya tidak tahu bahwa apa yang sedang ia rasakan seperti gejala orang yang pernah mengalami amnesia. sudah sering ia tanya kan kepada orang terdekat apakah ia pernah mengalami kecelakaan sebelumnya. namun semua berkata dia tidak pernah mengalaminya.
tiba tiba sebuah bayangan samar samar. terlihat sepasang kekasih yang sedang tertawa. memandang lautan yang luas. angin pantai membelai rambut sang gadis. tangan sang pria terulur, menyematkan rambut sang gadis kebelakang telinga. didekatkan bibirnya kepada telinga sang gadis . ia berbisik..
" aku mencintaimu..." dengan suara yang lirih dan nafas hangat menggelitik sang gadis. sang gadis terkekeh sambil mengusap telinganya.
"... aku juga mencintaimu... hatiku hanya untuk dirimu.." jawab sang gadis dengan binar tatapannya.
Rain mencekram kuat kepalanya.rasa sakit yang amat menyakitkan.
ia berusaha untuk mengingat dengan jelas agar bayangan wajah sang gadis terlihat jelas. namun ia sudah tidak sanggup. sungguh sakitnya bukan main.
usahanya sia sia. karena bayangan hanya sekilas dan samar. amat samar. Rain merasakan kesakitan, bahkan sekarang bukan hanya kepalanya saja yang sakit namun hatinya pun terasa ngilu. seperti sebuah luka yang sudah terlalu dalam.