CHAPTER 15

1637 Words

"Apa masih ada lagi?" Ilham bertanya pada asistennya yang masuk ke ruang prakteknya setelah sepasang suami istri yang baru saja selesai konseling keluar. Ia melihat jam di dinding yang menunjukkan pukul tiga lewat tiga puluh lima menit. Ia merasa sudah cukup lelah. "Satu pasien lagi atas nama Revalina Handoyo." Jawab sang asisten sambil menerima berkas yang diulurkan Ilham. Mendengar satu nama itu disebut kening Ilham berkerut. Apakah pemilik nama itu adalah orang yang sama yang dikenalnya ataukah hanya kebetulan saja nama mereka sama. Tapi jika itu adalah orang yang dia maksud, rasanya hampir mustahil. Untuk apa dia datang jauh-jauh ke kota ini dan mendatanginya untuk konseling? Tidak mungkin sesederhana itu. Ilham mulai merasa cemas dan memikirkan berbagai kemungkinan. "Apa Anda bai

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD