Ian tengah bersiap-siap dengan dibantu oleh Bella. Bella memasangkan dasi dan merapihkan pakaian Ian. “Sudah rapih.” “Terimakasih, Sayang.” Bella menganggukkan kepalanya. Bella menatap Ian, sebenarnya ada yang ingin dia bicarakan kepada Ian, tapi Bella ragu. “Ayo sarapan.” Ian menggenggam tangan Bella, tapi Bella menahannya. Ian mengangkat alisnya bertanya, Bella lantas batuk pelan dan berkata, “Boleh enggak, aku pergi ke rumah sakit. Aku ingin melihat Ibu.” “Boleh, kenapa tidak.” “Benarkah? Serius?” Bella mencoba mencari keseriusan dari perkataan Ian. “Apa aku terlihat bercanda?” Bella tersenyum. “Tidak, tapi. Eh tidak, bukan apa-apa. Sebentar aku mau siap-siap, kamu duluan aja.” “Aku tunggu.” Bella lantas merapihkan diri dan mengambil tasnya. Begitu sudah siap, Bell

