Setelah melihat khasiat elesir yang di berikan Xiao Linlin, mereka langsung maju satu persatu untuk meminum elesir itu. Dengan bimbingan Xiao Linlin mereka bisa melewati sakitnya perubahan pada diri mereka. Dan juga mengajari mereka untuk berkultifasi sampai beberapa hari tanpa makan dan minum. Ajaibnya mereka tak merasakan lapar sama sekali.
Di lain tempat....
BRAAAK BRAAAK
"Tuan..ampuni saya tuan...saya akan lebih berusaha mencari gadis ruang angkasa dan air mata surgawie, dan saya hampir menemukannya tapi..dia lolos tuan.tuan...beri saya kesempatan lagi.."pinta pria paruh baya itu yang tak lain adalah profesor Lan Tianye.
"Kau...sudah mengatakan nya ratusan kali, tapi..mana hasilnya?!!! Dan lagi..aku sudah tidak bisa menunggu lama, sekarang Carikan aku cangkang kosong untuk aku gunakan di dunia manusia, aku akan mencarinya sendiri. Kalau bisa cari yang tubuh kultifator agar memudahkan ku untuk bergerak. Kalau hanya manusia biasa, maka..tubuh itu tidak akan bisa menjadikan wadah ku untuk bertahan lama." Perintah makhluk menyeramkan itu.
"Baik tuan, hamba akan melaksanakannya"
"Bagus cepat enyah"
Lan Tianye segera meninggalkan ruang bawah tanah yang terletak di laboratorium pribadinya. Sudah dua puluh tahun ia telah membentuk kesepakatan dengan bangsa demon untuk mewujudkan semua cita-cita dan ambisinya menjadi Top one dalam penciptaan makhluk immortal. Ia akan mengadakan makhluk yang di anggap mitos oleh manusia kebanyakan. Dan setelah bertemu dengan raja demon ia pun bisa mengabulkan semua mimpinya, Yach walau harus mengorbankan seluruh hidup nya untuk mengabdi kepada nya. Tapi sepadan dengan apa yang ia dapatkan.
Di satu sisi yang lain...
Xiao Linlin yang sedang mengawasi kultifasi anak buahnya, mendapat kabar jika Wu Kui ingin bertemu dengannya di masion miliknya. Beberapa detik kemudian Xiao Linlin muncul di masion Wu Kui yang terbilang mewah. Di sana banyak penjaga yang hawa mereka bukan manusia biasa tapi..manusia setengah hewan atau manusia mutasi?
"Sayang, baru kemarin kita bertemu kamu sudah kangen sama ibu" kata Xiao Linlin sayang seraya memeluk dan mencium pipi putranya.
"Ibu, aku bukan anak kecil lagi" elak Wu Kui datar tapi dalam hatinya sangat senang.
"Ibu tahu kamu, lain dibibir lain di hati. Kalau ibu tidak menciummu, kamu akan mengira ibu tidak perhatian padamu kan?" Dengan senyum lembut memandang Wu Kui.
"Ibu, Wu Kui ingin meminta padamu sesuatu"
"Wah jarang lho kui'er meminta sesuatu ke ibu" sambil mengelus-elus rambut kui'er sayang, sedangkan kui merebahkan kepalanya di pangkuan ibunya.
"Ibu, kui'er ingin pergi ke mata air surgawie milik ibu yang baru, boleh?"
"Hach..... kui'er adakalanya sesuatu yang sangat penting harus di jaga tetap rahasia, jangan sampai bocor keluar. Kui'er, ibu tahu kamu tidak pernah meminta sesuatu kepada ibu. Tapi ...maaf ibu tidak bisa membawamu kesana. Maaf sayang" desah Xiao Linlin minta maaf. Taman surgawie dewa harus tetap rahasia walaupun itu putranya sendiri . Jika sampai ketahuan oleh orang lain, pasti keserakahan akan menguasai hati manusia.
"Ibu, aku adalah putramu. Kenapa kamu tidak percaya padaku?"
"Bukan masalah percaya atau tidak sayang, tapi..ini sangat berbahaya jika di ketahui oleh orang lain, kecuali manusia terpilih yang bisa kesana"
"Ibu..." Geram Wu Kui kecewa
"Sebenarnya apa yang kamu inginkan dari taman surgawie dewa kui'er?"
"Ibu..aku butuh air surgawie dewa dengan jumlah cukup banyak"
"Untuk apa?"
"Untuk tambah ramuanku yang sedang aku kembangkan, ibu"
"Kalau itu ibu bisa kasih kamu sekarang, tapi gunakan dengan bijak" Xiao Linlin pun mengeluarkan satu kendi besar yang berisikan mata air surgawie dewa.
"Ingat Jagan kamu salah gunakan air ini, faham?!" Penuh penekanan.
"Ya, kui'er janji. Jadi ibu apakan kamu mau menginap di tempatku?"
"Oke, jarangkan tidur di tempat mewah milik putranya"
"Ibu, rumah ini juga rumahmu"
"Hahaha..anak baik- anak baik, kui'er jangan sampai kamu kalah dengan kegelapan di hatimu"pesan Xiao Linlin sebelum meninggalkan Wu Kui sendirian di ruang kerja Wu Kui.
Wu Kui hanya diam saja, tanpa di sadari Xiao Linlin Ada kilatan merah menyala di dua mata Wu Kui.
Di tangah malam, Xiao Linlin terbangun dari tidurnya karena kehausan, ia turun kelantai dasar untuk mengambil minum, tapi ketika ia melewati kamar putranya ia mendengan suara rintihan kesakitan dan desahan putranya, walaupun ruangannya kedap suara Xiao Linlin masih bisa mendengarnya. Sepertinya..putranya ini mulai nakal. Xiao Linlin pun menghilang dan muncul di kamar putranya. Dengan menghilangkan hawa keberadaannya, ia melihat putranya sedang memperkosa seorang gadis di tempat tidurnya, ada yang salah dengan putranya. Selama hidupnya Wu Kui selalu lurus.
"Stop, stop! Sakit. Kau b******** , lepas! Lepas!" Jerit gadis itu.
"Mayang Sari kamu milikku, kamu tidak bisa lari lagi! Aku tidak bisa membiarkan laki-laki lain memilikimu!" Wu Kui terus menggerakkan pinggulnya dengan cepat.
Xiao Linlin yang melihat itu terbayang akan masa lalunya yang dilakukan oleh ayah Wu Kui padanya. Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Linlin melihat ke arah gadis itu dan melihat ada tato pasangan yang terbentuk di lengan atas kanan membentuk pola rumit begitu pula punggung Wu Kui.
Hach..Wu Kui selesaikan urusanmu dan temui ibu secepatnya, dan jangan sampai melukai menantu ibu. Mengirim pesan suara melalui pikiran.
Wu Kui pun tersentak kaget mendapatkan pesan suara ibunya, di hati kecilnya ia merasa bersalah, tapi hati lainnya membenci perbuatan ibunya yang ikut campur dengan kehidupan pribadi nya. Setelah menyelesaikan urusannya dan mandi, Wu Kui menemui ibunya.
"Ada apa?!" Denag dingin.
"Kui'er, jangan kamu mengulang perbuatan ayahmu, nikahi gadis itu baik-baik. Agar kedepannya kehidupan kalian berdua juga baik. Jangan sampai kamu menyesal kui'er" dengan penuh sayang.
"Bu, selama ini aku diam bukan karena aku menerima semua kelakuan ibu padaku, tapi sekarang..kenapa ibu mencampuri urusan kehidupanku"
"Kui'er, gadis itu belahan jiwamu. Jika kamu menyakiti hatinya terlalu dalam kamu akan hancur"
"Cih belahan jiwa? Itu tidak mungki..! Ibu jika ibu hanya ingin mengatakan ini akau akan pergi" dingin kui.
Tiba-tiba xiao Linlin melesat kearah kui dan melontarkan sinar keemasan ke arah kepala kui, kui tidak bisa mengelak. Benar saja segel yang ia buat dua ribu tahun yang lalu telah rusak dan kegelapan pada diri putra ya telah muncul. Ia berusaha menyegel kembali tapi kui bisa melepaskan diri dari kekangan Xiao Linlin. Ternyata kui telah semakin kuat.
"Ibu, apa yang kamu lakukan!" Raung kui murka.
"Selama dua ribu tahun kamu tidak berusaha mengendalikan kekuatan kegelapan itu?"
"Ibu, kamu selama ini meninggalkan ku, jadi..jangan harap aku akan menuruti mu seperti dulu" dingin Wu Kui, ia pun menghilang dari hadapan ibunya.
"Kui'er maafkan ibu, tapi jika kegelapan itu tidak cepat di segel kembali itu akan membahayakan seluruh alam semesta." Xiao Linlin merasa ia gagal merawat putra-putranya, sampai mereka mendapatkan kemalangan satu persatu. Walau bagaimanapun ia harus menyelamatkan Wu Kui, tekat xiao Linlin.