Bab. 7

1295 Words
"Yang mulia, hamba gagal menjalankan tugas hari ini. Bahkan kita kehilangan satu boneka manusia burung. Hamba pantas mendapatkan hukuman." "Kenapa bisa terjadi seperti itu? Apa kamu bertemu seorang ahli bela diri?" "Benar, bahkan ia bisa mengeluarkan pedang entah dari mana dan mempunyai kekuatan roh yang dahsyat, itupun sepertinya cuman menggunakan sedikit kekuatan nya, tapi dampaknya luar biasa. Maaf bukan hamba melebih-lebihkannya tapi untuk ukuran manusia biasa itu seperti dewa" "Hmmm....menarik. dia wanita atau pria?" "Wanita" Seringai licik pun terukir di wajah tampannya, dengan mata merahnya yang menyala . Xiao Linlin duduk bersila di ruang angkasanya, yang dipenuhi esense roh yang melimpah itupun di karenakan danau air surgawie dewa, setelah pemindahan mata air surgawi dewa di pulau tak bernama, itu meninggalkan air yang membentuk danau kecil di ruang angkasanya. Selain menyebabkan orang yang meminumnya berumur panjang, itu juga mengeluarkan energi yang memudahkan seorang kultifator maju ketingkat lebih tinggi. berbeda di luar yang esense roh nya sudah hampir tidak ada. Kekuatan nya semakin bertambah ketika ia berkultivasi dan kekuatannya sudah pulih bahkan melebihi ketika ia hidup dulu. Tapi ia tak menyadarinya. Apartemen Alex. Dia berkutat dengan foto-foto yang Xiao Linlin kirimkan tadi. Kalau saja ia belum pernah merasakan sendiri bertemu dengan makhluk mitos, mungkin ia akan mengira foto-foto ini cuman fiktif atau editan belaka. Kepalanya mo pecah mikirin bagaimana ia membuat laporan ke atasannya, kalau sebenarnya nya kasus penculikan ini berkaitan dengan makhluk yang sebenarnya tidak ada di dunia ini?. Aaaarrrrrr pusing. BRAAAK Ia menendang meja didepannya karena frustasi. Beberapa hari ini Nani tak masuk kerja karena masih shock berat atas kejadian itu. Sedangkan  Xiao Linlin masih seperti biasa bekerja di lestoran. Seakan tak ada kejadian yang membuat orang ngeri. Orang iseng. " Bro, Lo beneran mo pasang cctv di tempat sepi kayak gini,? Memang ada yang lewat dijalan yang sepi begini?" "Diemlah kau, Antok. Kalau kau tak mau bantu aku lebih baik diam atau menyingkir" "Jangan gitulah zal, Kitakan teman dari kecil. Zal .. Rizal.." "Nah selesai, cctv otomatis buatanku sendiri ini siap di coba.. tanpa kabel dan tenaga Surya. Gak pakai listrik. Dah yok pergi". Pulang kerja Xiao Linlin lebih memilih lewat jalan sepi yang ia lewati kemarin. Ia benar² kemalaman, ini untuk mempersingkat waktu dari pada lewat jalan yg sering ia lalui. Ia sudah antisipasi jika kawan²nya si manusia burung itu akan muncul disana. Dan benar saja, singa bersayap megah dengan aksesoris yang melekat di tubuhnya, yang menandakan ia bukan makhluk biasa. "Maaf, tolong minggirlah dari jalan, saya ingin lewat" "Nona, kamu bisa melihatku?" "Ech, apa kamu makhluk astral?" "Kurang ajar, aku adalah raja singa. Beraninya makhluk rendahan sepertimu menyebutku makhluk astral!" " Terus, lalu apa? Kamu tanya tadi kau bisa melihat ku?" "Aku jarang bisa dilihat oleh mata manusia biasa, tapi kau sepertinya pengecualian? Dan kau seorang kultifator dan manusia....berumur....ribuan tahun?!? Ma...mana mungkin!" Setelah melihat dengan mata spesial nya, sang raja singa terkejut. Ia adalah hewan iblis yg berumur ribuan tahun. Sekarang ini ia bersembunyi dari seseorang yang sangat menyeramkan, saudara ²nya banyak yg mati terbunuh di tangannya. Xiao Linlin membaca gerakannya walau hanya sekejap. "Sepertinya kamu sedang....menghindari sesuatu?" "Bagaimana kau tahu?" "Kau tampak gelisah dari waktu ke waktu" "Kita harus cepat menyingkir dari sini, aku merasa kekuatan gelap yg sangat kuat mendekat" "Kalau kau mau, aku bisa menolongku, tapi dengan satu syarat" "Apa?!" "Jadilah hewan kontrakku!" "Manu..." "Ya atau tidak" Singa itupun bimbang, orang yg mengejarnya bukan tandingan dia. Apa salahnya jika ia mengikat kontrak dengan manusia ini. "Oke" Xiao Linlin pun mendekat dan menyentuh kening singa itu, dan dibawah mereka berdua muncul diagram yg bercahaya terang. Di kening singa itu muncul tato rumit di keningnya. Ia binatang iblis peringkat dewa, menjadi hewan kontrak seorang manusia? Ia merasa malu untuk leluhurnya. "Sekarang, kau ulurkan kaki depanmu." Singa itupun mengikuti perintahnya. Xiao Linlin pun memindahkannya keruang angkasanya. Tepat makhluk itu lenyap  ada dua sosok pria besar muncul di hadapannya. Dua sosok besarpun tiba-tiba muncul di hadapan Xiao Linlin, keduanya pria tampan, yang satu ada bekas luka melintang di wajahnya, yang satunya lagi sangat tampan dengan sepasang mata merah darah, itu...agak menyeramkan. Dan keduanya....setengah manusia dan setengah ...entahlah, mungkin iblis? Xiao Linlin pun tak bisa menebaknya. Tapi yang bermata merah darah itu seperti familiar? Tapi... Setelah bangun dari lab dia gak pernah bertemu dengan siapapun kecuali orang-orang tertentu saja. Atau dia orang yang pernah bertemu pemilik tubuh ini? Ck, menyusahkan. "Siapa kalian, kenapa menghalangi jalanku?" Tanya Linlin dingin. "Tuan, dia wanita yang saya ceritakan" "Hmmm.... Dia sangat mirip dengan....I..I..ibu?" "Tuan...apa yang anda bilang?" "Perhatikan baik-baik wajahnya! Dia mirip ibuku, Xiao Linlin." "Tapi beliau di hutan sss kan? Mana mungkin ia di negara indo ini?" "Kenapa kalian bisik-bisik, apa kalian ini homo? Jika ingin bermesraan jangan di tengah jalan!" "Hei jaga bicaramu!.." "Sssst...diam biar aku yang bicara padanya.......nona saya hanya ingin melihat wajah anda, karena wajah itu mengingat kan ku ke pada orang yang sangat berharga untuk ku" "Maaf tuan, saya tidak kenal anda dan baru pertama kali bertemu denganmu, jadi... Maaf saya ingin lewat saja dan tolong beri jalan" Xiao Linlin mencoba bersabar untuk menghadapi keduanya, karena ia merasa kekuatan mereka berdua tak sesederhana kelihatannya. Apalagi laki-laki bermata merah itu. Dia seperti devil dari neraka. Jika keduanya bersatu bertarung dengan nya, dia mungkin tak sanggup untuk menang darinya, satu-satunya cara hanya mengulur waktu dan melihat situasi lebih lanjut. Ini daerah sepi dengan banyak pohon disisi jalan, ini.. kenapa ia harus lewat sini sih, ia jadi menyesal. "Bisakah kita pindah tempat? Ke warung pojok jalan sana? Kebetulan aku lapar?" ( Dan dekat apartemenku) Tanpa banyak tanya lagi pria bermata merah itupun mengambil motor maticnya dan.. "Ayo, katanya kamu lapar?" "Eh..? Beneran mau makan bareng aku di warung sana?" " Menurutmu?" "Hehehe..oke ...kamu bukan penculikan? Yang marak sekarang?" Laki-laki itu hanya tersenyum miring dan memberi isyarat ke laki-laki jelek sebelahnya. Tanpa banyak kata laki-laki jelek itu pun menghilang dari hadapannya. "Kamu tidak terkejut?" Tanya pria mata merah itu agak heran. "Tidak, kalian sebangsa jin kan? Bisa ngilang gitu aja." "Bbbuhahaha...kamu anggap kami jin? Yang benar saja.. cepat naik, katanya lapar? Sebenarnya bisa saja kita teleport ke sana biar gampang, tapi kalau di liat orang lain takutnya mereka heboh atau pingsan." "Cepetan, jangan banyak ngomong." Motor yang mereka berdua Kendarai melesat dengan cepat seperti kilat, karena pria itu menggunakan sedikit kekuatan nya. Tanpa mereka sadari jika apa yang terjadi dijalan itu terekam cctv yang Tersembunyi. Hanya beberapa detik saja keduanya sudah sampai di dekat warung bakmi Jawa pak Raden.  Setelah mencari tempat duduk yang nyaman agak menyendiri keduanya melanjutkan ngobrol yang tertunda. Entah lah, kenapa Xiao Linlin merasa ia aman-aman saja di dekat laki-laki itu, padahal ia mengeluarkan aura yang mengerikan, aura kegelapan. " Kita belum kenalan, namaku Kui. Namamu?" "Linlin" DEG "Apa kamu bilang?" "Kamu tuli ya?" "Tidak, cuman memastikan saja" ia harap-harap cemas mungkinkah? "Namaku Xiao Linlin" dengan mengeja satu satu. Mata pria di depannya kosong, menatap Xiao Linlin tak percaya. "Kenapa?" "Namamu Xiao Linlin?" "Iya, kenapa? "Orang yang aku sayangi juga bernama Xiao Linlin, Dan wajahmu juga sangat persis sama" "Ech, emmm tapi aku gak kenal kamu lhoh, emangnya dia di mana?" "Aku tahu, dia..berada ditempat yang jauh dan ia koma sudah bertahun-tahun lamanya" dengan nada sedih. 'kenapa mirip dengan kondisi tubuh ini sebelumnya ya?' batin Xiao Linlin. "Tempat yang jauh tu di negara mana ya?" "Dia...di.( diam) sss. " "Eh itu kan hutan?!" "Iya dia dengan keluarga barunya hidup disana, kamu tahukan aku? Ibuku juga seperti aku, tapi ia penuh kasih sayang" "Ibu?" "Ya dia ibuku, bila aku menatap mu aku bisa melihat ibuku" Mana mungkin tubuh ini sudah mempunyai anak sebesar ini? Kalau iya, berapa umur badan yang aku masuki ini? Ini membuatku pusing. "Ach...sss." Xiao Linlin Tiba-tiba memegangi kepalanya, ia seperti melihat bayangan samar-samar yang memenuhi otaknya. "Linlin, kamu kenapa?" Tanyanya cemas. Linlin pun pingsan dan di tangkap oleh Xiao Kui.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD