Bab. 6

1097 Words
Xiao Linlin pun keluar menuju lantai atas yang merupakan apartemen VIP. Ia juga sudah mengisinya dengan berbagai perabotan. Xiao Linlin sekarang bekerja di sebuah kafe untuk mengisi kejenuhannya, sedangkan Alexander sudah mulai bertugas lagi. Ia melanjutkan menyelidiki hilangnya banyak gadis baru-baru ini. Alex sebenarnya menawari Xiao Linlin untuk membantunya dalam memecahkan kasus ini, tapi ia menolak. Sebagai wanita cantik dengan kulit putih dan halus seperti telur yang dikelupas, tentunya sebagai pelayan kafe banyak orang yang tertarik padanya. Tak jarang laki-laki menggodanya. Tapi ia tak menanggapinya. Ia ingin hidup normal seperti manusia biasa, tanpa masa lalu kelam. Pemilik kafe yang terkenal dingin kepada semua orang saja tergerak hatinya dengan wajah Xiao Linlin . Adam Malik entah di sengaja atau tidak, ia akan mempersulit pekerjaan Xiao Linlin yang sedang melayani para pengunjung dengan banyak perintah dan pekerjaan. Tapi sayang Linlin selalu melakukan semua pekerjaan dengan benar dan enjoi tak pernah mengeluh, walau bagai mana pun ia punya ilmu peringan tubuh atau ginggong. Jadi pekerjaan seperti itu kecil untuknya tanpa terlihat kepayahan. Walaupun ingatannya sebagian hilang, tapi memang ia pernah belajar kultivasi semenjak ia muda dari kakeknya. Selain kakeknya seorang ilmuwan ia juga seniman beladiri dimasa mudanya. Tak banyak yang tahu jika kakeknya itu berumur ratusan tahun . Xiao Linlin adalah bakat yang langka diantara cucu-cucunya yang lain. "Linlin ada yang mencari kau, dia seorang polisi kepala. Kau apa bermasalah dengan hukum?"tanya Nani teman kerjanya yang bicaranya sedikit kasar. "Tidak, dia temanku, Apa dia bernama Alex?" Tanyanya masih dengan sibuk pekerjaannya. "Ya...ya...dia juga tampan, hei kau ini benar-benar magnet para kumbang tampan." Sewotnya. Linlin cuman tersenyum dan bergegas ke depan untuk menemuinya. Disana ..... Dua pria tampan sedang mengobrol, dan berdebat. Entah apa yang didebatkan mereka ia tak peduli. "Permisi, kenapa tuan Alex mencari ku?" "Duduklah dulu, dan kau Adam ku harap kau menyingkir, ini rahasia. Orang luar tak boleh dengar." "CK, Lo masih belagu kayak dulu, Linlin juga orang luar, kenapa ia kau ajak membahas rahasia? Sedang aku adalah atasannya" "Hei! Lo bukan anak kecil berhenti berdebat dan segera enyah dari sini!" Dengan berat dan berwajah hitam ia pun pergi tapi sebelum pergi ia berpesan jika ia Anya memberi waktu seperempat jam. Alexpun meraung marah, Xiao Linlin hanya memandang keduanya datar. "Jadi, ada apa? Sampai membuat keributan dengan bos ku itu?" "Linlin, pliss deh. Tolongin aku bantu aku memecahkan kasus ini. Ini...terlalu misterius. Dan para korban tak satupun di temukan. Jadi ketika kami menduga mereka korban perdagangan manusia, tapi setelah diselidiki betul-betul ternyata bukan. Kami semua frustasi karenanya." "Cobalah cari umpan untuk memancing mereka" kata Linlin datar. "Sudah, tapi mereka raib tiba-tiba, seolah-olah mereka makhluk halus yang membawanya" "Bukan mereka manusia, tapi manusia berkemampuan khusus, manusia biasa tak bisa menanganinya. Jadi aku sarankan kalian menyewa detektif kuno saja" "CK, itu seperti difilm saja, harus nyewa detektif segala, bagaimanapun reputasi ku dipertaruhkan" "Cih, jika kamu sungguh-sungguh, Kamu Takkan mikir reputasi segala, sudahlah aku sibuk. Sorry aku gak bisa bantu kamu." "Eh tunggu" Tapi Xiao Linlin tak menghiraukannya. "Hah.... Dia ini...sudahlah lain waktu aku membujuknya lagi." Karena kafe benar-benar sibuk, maka Xiao Linlin dan yang lainya pulang larut malam. "Ech Lin, gue nebeng dong. Ini udah malem banget,. Takut kalau gue di culik yang marak akhir-akhir ini"kata Nani. "Okey, kebetulan kita searah." Linlinpun mengambil motor maticnya dari parkiran kariawan . "Yuk"ajaknya. Motor yang keduanya naikipun melesat cepat meninggalkan pelataran kafe. Ketika melintasi jalan sepi dan agak remang-remang,  keduanya dikejutkan adanya sesosok besar yang menghadang di tengah jalan. Itu makhluk manusia burung. Nani terkejut sampai pingsan. Inilah makhluk yang sering menculik para gadis yg masih berkeliaran dimalam hari. Dia menyandarkan Nani dibawah pohon, karena harus mengurusi manusia burung itu. Manusia burung itu hanya menatap Xiao Linlin tajam tanpa bergerak. "Scram, manusia gila mana yang menciptakan makhluk jelek sepertimu?!" "Grrr, Kwak ..Kwak .." iapun terbang melesat kearah Xiao Linlin dengan cakarnya yang tajam . "CK, sampah" Linlin mengeluarkan pedang panjang dari udara tipis dan menyongsong cakar manusia burung itu. Crasssss.... Kuku-kuku panjang manusia burung itu pun terpotong mengenaskan, bagaimana tidak, kuku-kuku itu terbuat dari baja yang tidak mudah di potong dengan benda tajam.  Raungan mengerikan memecah kesunyian malam, menyebabkan beberapa hewan malam menyingkir ketakutan. "Kau ...kau..harus Mati!" Raung menyeramkan keluar dari manusia burung, bukan suara laki-laki atau perempuan. Tapi besar dan berat seperti suara yg diredam dengan cangkang yang kokoh membuatnya tidak leluasa mengeluarkan suara. Baru Xiao Linlin perhatikan jika paruh kokoh itu seperti dijahit ke kulitnya? Spikopat mana yang menciptakan makhluk ini? Dan lagi sayap itu juga nyata? CK ini lebih hebat dr profesor gila itu, cuman bisa menciptakan manusia² fantasi dengan penggabungan DNA saja, kalau ini.... Tanpa DNA pun ia bisa menyatukan dua makhluk berbeda dengan sadis. Pertarungan pun masih berlanjut dan di menangkan Xiao Linlin tentunya. Dengan meninggalkan manusia burung itu ke Alexander untuk diurus. Tapi setelah Linlin pergi dengan temannya Nani untuk mengantarnya pulang, sesosok hitam muncul dan membersikan semua bukti-bukti termasuk manusia burung itu. "Kapten, disini tidak ada apa-apa seperti informasi teman kapten" kata polisi1 "Tapi...ini tercium bau....anyir darah walaupun samar"kata polisi 2. "Kapten, saya menemukan sesuatu!" Teriak polisi 3. 5 orang itupun mendekat ke tempat polisi3. "Hei ... Itu cuman sebuah bulu!" Komen polisi4. "Tapi...bulu itu aneh, seperti... Bulu burung tapi berukuran raksasa." Kata Alexander, sang kapten kepala menganalisis. "Mana ada burung raksasa, kapten ini bercanda"1 "Saya cuman menebak, bawa saja bulu itu. Mungkin akan menjadi petunjuk yang penting" "Baik kapten!"1234. "Linlin, makhluk itu tidak ada di TKP" SMS Alexander ke Xiao Linlin. Ting... "Aku udah suruh kamu 5 menit harus sampai ke sana. Pasti kamu telat kan?!" "Iya, telat lima menit." "Hach....dasar, oke aku ada cadangan bukti aku kirim ke email kamu" Trintingting...... Foto-foto manusia burung pun membanjiri hpnya . Foto-foto setelah dikalahkan oleh Xiao Linlin. Alex pun terkejut dengan banyak foto yang diambil di segala sisi dengan sangat jelas. Makhluk ini dulunya manusia biasa, mungkin dia salah satu korban penculikan yg kemudian di jadikan eksperimen gabungan manusia dan hewan. Sepertinya...tugas kali ini benar-benar sulit untuk polisi bagian kriminal seperti dia. Setelah mengantar Nani ke kontrakannya, ia langsung membersihkan diri dan berpakaian santai, tengtop dan celana super pendek memperlihatkan semua harta Karun ditubuhnya, jika ada laki-laki yang melihatnya dijamin ia langsung o*****e ditempat. Iapun memasuki ruang angkasanya dan menjalani pelatihan agar mengembalikan otot-ototnya yang kaku, setelah ia bertarung dengan manusia burung tadi, baru ia menyadari jika tubuhnya benar-benar kaku. Jika ia merasa lelah, ia meminum beberapa teguk air di danau. Sekarang ini istana yg berada di ruang angkasanya dikelilingi air yang mengandung esense roh untuk memudahkan berkultivasi. Dan Xiao Linlin tak ingat jika air itu adalah air mata surgawie dewa, yang menyebabkan ia menjadi manusia abadi.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD