Bab.5

1226 Words
 Di hutan di mana Xiao Linlin berada.. Ada seorang wanita 25 tahun sedang memapah laki-laki yang penuh luka yang sudah mulai membusuk keluar dari hutan, mereka berhenti dipinggir jalan mengharap ada kendaraan lewat. Walau luka laki-laki itu sudah di obati, tapi masih mengeluarkan bau anyir yang menyengat. "Nona, anda bisa meninggalkan saya disini, ini mungkin kutukan bagi saya yang telah membawa anda keluar dari wilayah anda" kata laki-laki itu lemah. "Ssstttt. Diamlah, kamu harus bertahan hidup untuk menceritakan secara lengkap dari mana asalku, Karena aku tidak ingat aku dari mana, jadi...kamu harus baik-baik saja. Ah ya coba aku cari sesuatu dulu untuk kamu minum." Perempuan itu pun berdiri dan pergi. 10 menit kemudian... Wanita itu muncul dengan wadah penuh air dan meminumkannya ke laki-laki yang terluka itu sebagian, dan sisanya untuk mencuci luka-luka itu dengan bersih . Membuang nanah dan daging busuk dengan pisau bedah dari ruang angkasa nya. Lalu membalurinya dengan obat dan membalutnya dengan kain. "Sekarang bagaimana?" "Sudah mendingan dan...sejuk" "Andai aku bisa berpindah tempat dengan otomatis, pasti menyenangkan. Rumahmu di mana?" "Di Jakarta blok¥€£¥π€¢" "Oh begitu ya..," wanita itu memegangi tangan laki-laki itu dan memejamkan mata dan membayangkan ia pindah tempat ke alamat laki-laki itu . Secara ajaib......ada pola rule Aray sihir teleportrasi...ada cahaya yang menyelimuti keduanya. Alexander ingin sekali bertanya apa yang terjadi, tapi melihat wanita di sampingnya sedang berkonsentrasi ia mengurungkan niatnya. Tapi ang membuatnya terkejut ia seperti tersedot sesuatu dan ia merasakan seperti menaiki rollcoster yang amat tinggi. Aaaaaaaaa...bagai mana mungkiiiiiin!!!??? Seru laki-laki itu terkejut. Alex benar-benar terkejut dengan apa yang terjadi, ia sekarang tepat di depan pintu apartemen nya. Hanya dengan berdasarkan gambarannya saja gadis ini bisa  berpindah tempat ribuan mil jauhnya?.. Tapi...gadis ini langsung pingsan setelah melakukan perpindahannya. Iapun cepat-cepat membuka pintu apartemen nya dan membawa tubuh Xiao Linlin dengan susah payah. Ia membaringkan tubuh pingsan di atas ranjang nya. Lukanya Alexander sebenarnya dengan ajaib mengerijng. Karena agak was-was, Ia mulai merawat luka-lukanya agar tidak semakin parah. Baru ia memanggil dokter pribadinya. Sedangkan dalam kastil kuno di pinggir hutan.... Di sebuah kamar yang mewah ada seorang Gadis berparas cantik khas Asia, mulai membuka matanya berlahan-lahan. Ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan yang ia tempati. Luas dan mewah. Siapa gerangan yang menculiknya? Dan bedasarkan ruangan yang ia tinggali pasti orang kaya. Perabotannya saja dari ukiran kuno jaman dulu dan hiasan-hiasan dinding pun berlukiskan kaligrafi China yang tak ia fahami. Gadis cantik itupun bangkit dari tempat tidur, berjalan ke jendela yang tinggi. Model rumah ini unik, perpanduan China dan Eropa. Siapa gerangan orang yang memiliki nya? Baru saja ia bertanya-tanya pada diri sendiri, pintu besar dibelakang nya terbuka lebar dan menampakkan sesosok pria dengan setengah badannya tertutup pakaian model China jaman dulu. Benar-benar seksi!. Ini jauh dari bayangannya. Pria seksi itu pun berjalan menghampirinya. Dan memandanginya lama. Ia baru menyadari jika pakaiannya sekarang juga aneh. Membuat ia gerah. "Namamu?" "Bila Kamu tanya nama orang seharusnya kamu kenalin nama kamu dulu" "Kamu tak perlu tau siapa pangeran ini" "CK, aku juga gak akan sebut namaku" "Bila kamu tidak mau menuruti perintah ku maka jangan salahkan pangeran ini bila jadi kejam, seperti sampah yang ada di monitor" ia pun menunjuk ke arah Tv LED super besar menempel di dinding kamar itu. Gambar yang muncul di sana ada manusia setengah hewan yang di sana sini banyak jahitan ditubuhnya, dan ia masih hidup. Och...dia juga perempuan. Ini mengerikan sekaligus menjijikkan. Gadis itupun lari ke toilet untuk memuntahkan isi perutnya. "Namamu?"ulang pria seksi itu. "Mayang Sari" jawabnya lemah dengan bersandar di dinding. "Makan, dan tidur" Laki-laki itupun pergi meninggalkan dirinya sendiri setelah meletakkan makanannya di atas meja. "Bagaimana dok? Apa dia baik-baik saja?" "Dia baik, hanya kurang nutrisi sejak lama. Dan sepertinya..ia lama tak makan sesuatu pun. Makanya ia kehabisan tenaga. Dan anehnya jarum infus tak mempan dikulitnya. Jadi hanya bisa cara manual untuk menyuapinya pelan-pelan. Ah..dan satu lagi lukamu benar-benar mengerikan. Untung ada dokter profesional yang menanganinya, jika tidak mungkin kedua kaki dan tanganmu akan di amputasi." Alex pun bergidik, mendengarnya. "Terimakasih dok atas perawatan nya." "Jangan sungkan, aku dan ayahmu adalah teman lama" dokter Hendra pun menepuk bahu kanan Alex dan pergi. Alex berjalan mendekati ranjang yang di atas nya ada wanita cantik sedang lelap tak sadarkan diri. "Siapa kamu sebenarnya? Kenapa kamu ada di hutan itu dan....bernilai 100 triliun hanya dengan tubuhmu untuk penelitian. Apa kamu manusia purba? Tapi mana mungkin manusia purba sangat cantik melebihi artis Korea.?" Ia terus memandangi wajah cantik itu. Sebenarnya Xiao Linlin sudah sadar dari tadi tapi ia malas membuka matanya. Ia hanya mendengarkan gumaman pria Yang ia tolong dihutan, ia merasa pendengarannya terlalu dari kata tajam dan sensitif. Jadi sekecil suara apapun, ia akan mendengarnya. Dan lagi...ia juga bertanya-tanya, apa sebenarnya dia? Kenapa begitu sakti bisa berpindah tempat hanya berdasarkan bayangan saja. Mana mungkin berkaitan dengan tato tiga tetes mata air merah yang di tanam kakeknya? Memikirkannya saja membuat kepalanya sakit. Iapun lanjut tidur untuk mengistirahatkan badannya yang tak bertenaga. Sudah hampir dua bulan Mayang Sari di sekap di sebuah villa di pinggir kota. Dan ia tak bisa melarikan diri karena penjagaannya yang begitu ketat. Apa lagi manusia cangkokan Made in pria tampan yang menyekapnya ini. Ia tak tahu tujuan si penyekap ini, karena ia hanya dibiarkan untuk tinggal di kamarnya tanpa melakukan apapun. Di sini juga tidak ada listrik hanya menggunakan lilin atau lampu minyak, yang membuat ia merasa horor berlebihan. Jadi ia tak berani keluar kamar jika malam hari. Tapi yang membuat aku heran disini juga di lengkapi cctv dan alat pendeteksi bahaya atau tahanan kabur. Makanya ia tak bisa berkutik disini. "Uuuch, hmmm eh, kenapa kamu disini? Ini di mana?" Pura-pura bodoh tak mengerti dan lemah. "Kamu ada di rumahku, di Jakarta. Ach ya, kamu harus makan bubur ini agar tenagamu cepat pulih."Alex akan menyuapi wanita yang berbaring di hadapannya. " CK, biar aku sendiri." Iapun bangkit bersandar di bantal yang di tumpuk. Dan makan bubur dengan perlahan. "HM...tidak buruk" gumamnya.┐( ∵ )┌ Mendengar gumaman nya, Alek tersenyum. " Ah ya, kita belum kenalan. Namaku Alexander. Namamu?" "Xiao Linlin." "Kamu..." "Ssstttt..aku benci dengan orang yang mengajak aku ngobrol ketika aku makan" Dua hari istirahat total, dan makan bergizi. Xiao Linlin tubuh nya kembali segar. Ia membantu Alex dengan membersihkan rumah nya, mencuci baju dan perabotan. Karena kaki dan tangan Alex belum sembuh benar. "Lex, minum ramuan ini yang aku buat sendiri resep dari nenek moyangku, di jamin kemanjurannya, dalam sehari tangan dan kaki mu sembuh tanpa bekas luka." "Terimakasih, kamu terlalu peduli" "Sorry, aku hanya ingin cepat keluar dari apartemen sempitmu ini, dan pindah di apartemen yang ada diatas. Lumayan luas" dengan cuwek. "Eh? Dari mana kamu dapat uang?" "Dari mobil box ditengah hutan yang ada bangkai Manusia serigala dan manusia yang sudah membusuk. " "Eh?!" Terkejut. "Tapi... bagaimana kamu membawanya?" Ragu. "CK , Rahasia. Dan aku berhak mendapatkannya karena ulah kalian aku seperti ini, dan uangnya akau guankan beli apartemen mewang yang ada di lantai atas. Ia telah menyelidiki dirinya, kenapa sampai di laboratorium gila itu dari para staf disana. "Kau....tahu?!" Kaget. "Ya..sejak awal" "Tapi...kenapa kamu menolongku?" "Hanya ingin saja, sudahlah cepat minum ramuannya biar cepat sembuh." "Okey" Agak ragu Alex meminum cairan kehijauan itu. Ia merasakan kehangatan diseluruh saraf-saraf ditubuhnya. Dan luka-luka nya sembuh dengan kecepatan mata telanjang. Benar-benar ajaib. "Wau....luar biasa...ini...obat apa?" "Sudah jangan banyak tanya. Sekarang aku bisa pindah, bay"
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD