Bab.10

1150 Words
Xiao Linlin duduk kepala meja berbentuk segi panjang dengan dua puluh kursi. Suasana hening menyelimuti rapat dadakan itu, sekian lama tidak pernah aktif lagi. "Ehm, maaf sebelumnya. Apa benar anda nona Xiao Linlin? Karena setahu kami semua, nona Xiao telah meninggal. Dan kami semua menghadiri pemakamannya." Kata BY. Mewakili teman-temannya. "Yah okey, Itu bisa di maklumi. Ah ya aku harus melepas masker ini"  tampak wanita cantik berumur sekitar antara 25 atau 26 tahun dengan bodi sangat seksi. "Bagaimana bisa?" Tanya semua orang . Wajah sang ketua memang ada di depan mata mereka, tapi yang membedakan adalah bentuk tubuhnya yang berkembang sangat pesat. Apa lagi di depan mereka wanita dewasa berumur 25 atau 26 tahun. Sedangkan Xiao Linlin mereka seharusnya berumur 22 atau 23 tahun yang bertubuh langsing dan gak tumbuh dimana-mana, maksudnya d**a dan pantatnya yang lebih menarik di mata para laki-laki. "Nona setahuku, tubuh nona ini pernah melahirkan, benar?" Tanya LD, Ia pakarnya wanita. Karena wanita baginya seperti ganti pakaian. "Hahaha...mata sang Playboy memang teliti. Itu bukan intinya sekarang, kalian harus mendengarkan ceritaku sampai selesai tak boleh ada yang menyelanya SEDIKITPUN." Semua orang"......"(눈‸눈) "Aku akan menceritakan kepada kalian kenapa aku seperti ini. Mungkin ini cerita mustahil bagi kalian" "Oke, kami akan dengarkan ceritamu. Dan lagi kamu tahu kontak darurat milik organisasi kami yang hanya di ketahui aku dan bos saja" kata BY akhirnya. Xiao Linlin pun menceritakan dirinya yang di bunuh oleh saudari tirinya, Xiao Sanni. Dan arwahnya berpindah dimensi, disana ia punya satu putri dan tiga putra. Yang sampai sekarang ada satu diantara mereka yang masih hidup. Dan yang lainnya ia tak tahu nasibnya. Karena 1500 tahun yang lalu ia koma karena peperangan mempertahankan kerajaan Tong Shi Dan putranya dari serbuan berbagai kerajaan sekitarnya. Sampai beberapa bulan yang lalu atau satu tahun yang lalu, ia sadar dari tidur panjangnya. Dan hilang ingatan. Kemudian tentang pertemuan dengan salah satu putranya yang mengembalikan ingatannya. Setelah ingat ia langsung kembali ke China untuk menyelamatkan keluarganya dari serangan mafia. XL: "Apa ada pertanyaan?" Dengan dingin. Semua orang kecuali sang guru. Tertawa terbahak-bahak seakan mendengar cerita lucu yang menyenangkan. Dari tubuh Linlin keluar tekanan batin yang sangat kuat sampai mencekik leher mereka menghentikan tawa mereka. XL:" apa ini lucu?HM..?" Dengan suara menakutkan. Ini baru tuan mereka yang menakutkan, tapi ini lebih menakutkan. Jika terus begini mereka akan mati kehabisan nafas. GHZ:" tuan, tolong hentikan amarahmu, kami salah. Jika seperti ini lima menit lagi. Kami semua akan mati" dengan terbata-bata. Walau pun ia sudah menekan tekanan batin itu, tapi ia masih gagal. "Bagus, aku tak butuh kalian yang tak mau mempercayai diriku. Dan untuk membuktikan kalau aku Xiao Linlin, akan ku tunjukan tato yang aku miliki sebelumnya. Anggap saja tatonya ada di depan dengan naga yang melingkari tiga tetes air. Dulu ia hanya punya tato tiga tetes air, tapi sekarang ada naga yang memeluk tiga tetes air itu. GHZ:" saya pernah membaca sejarah ribuan tahun yang lalu yang menceritakan peradapan di kerajaan Tong Shi yang mempunyai benda-benda aneh yang bisa memajukan kelestarian kerajaan Tong Shi, yang di pakari atau gagasannya dari Markuis Wei Yang, seorang wanita jenius. Dan lagi setelah kematiannya tiba-tiba seluruh kerajaan Tong Shi menghilang dari bumi. Ah dan WeiYang ini bernama Xiao Linlin. Sama dengan nama tuan, apa...Wei yang ini adalah anda tuan?" Tanyanya ragu. XL:" benar, itu aku. Jadi setelah ketiadaan ku semua kerajaan Tong Shi menghilang?" Gumamnya yang masih bisa didengar oleh guru Gong Han Zu dengan jelas. Karena ia seorang kultifator juga walau baru tingkat medium. GHZ:"benar, yang saya baca seperti itu" "Sudahlah ini bisa di bahas nanti, ada yang lebih mendesak lagi. Temukan Xiao Sanni hidup-hidup dan selidiki kelompok mafia mana yang berani membinasakan keluarga Xiao ku. Aku ingin hasil penyelidikan kalian berada di meja kerjaku dua hari dari sekarang." Perintah nya tegas. "Baik bos, siap laksanakan." Jawab mereka serempak . "Tapi ngomong-ngomong bos, dimana putramu? Kalau dia masih hidup?" Tanya Susan santai. "Ah dia, sebentar( Xiao Linlin pun berkosentrasi memanggil putranya dengan telepati, walupun kau tetap ia bisa memanggilnya. Ia juga membuat lingkaran sihir teleportrasi untuk memudahkan Wu Kui sampai disisinya.) Selesai, kalian akan berjumpa dengannya sebentar lagi" Yang lainya takjub dan masih ragu-ragu apa yang di lakukan bos mereka. Tapi sesaat kemudian ada dua sosok yang muncul ditengah-tengah lingkaran sihir itu. "Waaaah tampannya..." Refleks teriak semua wanita disana. Apalagi Zeixin yang telah banyak bertemu tipe pria di dunia hiburan. "Kenalkan ini putra ketigaku, Wu Kui" "Hai" semua orang. "..." Wu Kui. "Dia memang begitu, jadi harap maklum". Setelah makan bersama merekapun bubar menjalankan misi mereka yang diperintahkan oleh Xiao Linlin. Setelah pertemuan dengan anak-anak buahnya, Xiao Linlin kembali ke apartemennya untuk melihat keadaan orang tua nya dan kakeknya. Memasuki apartemen ia mendengar kebisingan dari percakapan orang-orang yang sangat ia rindukan. "Pa, ini kan apartemen Lin'er? Mama yakin kemarin mama terbakar api dan ada bayangan hitam yang menyambar mama sebelum mama gak sadarkan diri, dan yang anehnya tubuh mama sehat dan tidak ada bekas terbakar" ini benar-benar ajaib, ia masih merasa rasa panasnya api yang membakar tubuhnya. Tapi setelah ia bangun ia tak merasakan apapun , bahkan kejadian yang menimpanya seperti mimpi buruk baginya. Setengah jam lalu mereka bertiga masih termangu di tempat tak percaya dengan apa yang terjadi pada diri mereka. Ketiga nya merasa jika mereka benar-benar telah mati terpanggang di kobaran api. Sebelum kesadaran mereka hilang ada bayangan hitam yang menarik mereka dari kobaran api. Dan juga luka-luka bakar yang mereka derita hilang tak berbekas, seakan kejadian itu adalah mimpi buruk yang mereka alami. Dan ketika mereka bangun bukan di rumah sakit tapi di apartemen putri mereka yang telah meninggal dua tahun yang lalu. Apa mereka di tolong arwah putri mereka? Yang tak ingin mereka menderita? Ketiganya asyik mengobrol dan tak menyadari ada sesosok manusia yang berjalan ke arah mereka. Ketika ketiganya menyadari, mereka benar-benar shock berat dan pingsan. Xiao Linlin cepat-cepat mendekati ketiganya dan memeriksa nya satu persatu. "Hach... syukurlah, mereka cuman shock saja, untuk cidera mereka sudah 90% sembuh jadi tak perlu khawatir" gumamnya sendiri. Tiga puluh menit kemudian.... Tiga pasang mata memperhatikan Xiao Linlin Tak percaya, bahkan sang kakek mencolek dan mencubit pipi Xiao Linlin dengan keras, tentunya Xiao Linlin mengasuh karena kesakitan. Ibunya bahkan menangis keras dalam pelukan suaminya, ayahnya dengan mata berkaca-kaca. "Lin'er..I..Ini.. bagaimana mungkin...kamu... Kami semua menyaksikan bahkan kakek mu mengotopsi jasat mu saat itu 100% itu kamu, dan sekarang...ka..kamu ada di depan kami ...masih hidup?" Tanya ayahnya..dengan terbata-bata. Xiao Linlin pun menceritakan secara singkat apa yang terjadi selama ini padanya, dan juga cucu mereka. Walaupun beda darah, karena tubuhnya bukan miliknya. "A..aaa ...pa?!" Tanya shock Kakeknya lagi. "Jadi kamu masuk ke tubuh orang yang sama dengan mu jasat dan nama juga sama?" "Benar, kenapa?" "Kamu tahu sayang, jika keluarga Xiao kita punya leluhur ribuan tahun yang lalu juga bernama Xiao Linlin, sang pahlawan wanita yang membela kerajaan Tong Shi? Dia..." Sebelum kakek meneruskan ucapannya tiba-tiba matanya terbelalak lebar, tak percaya tentang pemikirannya sendiri.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD