"Ka..ka..mu leluhur itu? Kamu masuk ke jasad leluhur kita ribuan tahun lalu?" Tanya Xiao tua dengan keterkejutan yang dahsyat, cucunya adalah leluhurnya ribuan tahun yang lalu? Apa jadinya dirinya?
( Autornya juga bingung kok bisa ya? Ngakak guling-guling)
Kita tinggalkan kisah sang kakek yang masih tak percaya dengan apa yang di alami cucu kesayangannya ini. Kita beralih ke tempat sebuah bangunan yang megah layaknya istana dan sekarang sangat ramai karena ada acara penyambutan orang yang sangat penting bagi mereka.
Seorang laki-laki yang sangat tampan keluar dari mobil mewah, ia berjalan di karpet merah masuk kedalam istana, yang mulia selamat datang di istana manusia yang kami peruntukan untuk yang mulia."
"Hmm.. beri jalan"
"Baik yang mulia"
Mereka berjalan semakin masuk ke dalam istana yang sangat megah, pria tampan itu pun duduk di atas singgasana emas bertahta berlian dengan tegap dan aura yang membuat semua bertekuk lutut padanya.
"Duduklah kalian, Zhen ini datang kesini karena permaisuri Zhen diculik oleh bangsa manusia. Dan Zhen ingin kalian membantu untuk mencari sang permaisuri, seperti kalian ketahui..bangsa Elf yang berada di hutan hijau( di sss) sudah porak-poranda akibat serangan manusia yang mengincar sang permaisuri yang tertidur panjang. Jadi dengan segenap hati kalian, Zhen meminta kalian untuk mencarinya bagaimana caranya. Karena harapan satu-satunya kerajaan Elf bisa berdiri lagi dengan kekuatan sang permaisuri" jelasnya.
"Baik yang mulia kami akan melaksanakan titah yang mulia" jawab mereka serentak.
Akankah sang pria tampan ini bisa bertemu dengan sang permai suri?
"Lin'er, pasti berita tentang kita sudah menyebar ke luar. Pasti cabang sepuluh dari keluarga Xiao akan segera bertindak untuk memegang perusahaan Xiao group yang telah didirikan ratusan tahun silam. Kakek mohon padamu untuk mengambil alih perusahaan, dan juga kami ingin bertemu putramu yang katanya sangat tampan itu?"
"Kek, kui'er dia pergi karena ada urusan yang mendesak. Beberapa hari ini ia tak bisa hadir jadi bersabarlah, dan mengingat temperamen nya yang dingin, Lin'er berharap kakek bisa menjaga kata-kata. Jangan sampai menyinggung perasaan nya, ia terlalu berdarah dingin dengan siapapun." Xiao Linlin memperingatkan kakek dan keluarganya agar tak menyinggung perasaan Wu Kui jika mereka bertemu.
"Baik kami akan ingat"
"Untuk sementara kalian tinggal disini dulu, karena Lin'er ada urusan yang harus di selesaikan"
"Hati-hati Lin'er , musuh kita belum diketahui siapa mereka, ibu yakin bukan cuman satu yang mengkhianati keluarga Xiao kita ini"
"Ibu tenang saja, Lin'er bisa jaga diri. Dan semua makanan ada di kulkas dan ada satu set komputer super di lantai dua, ada juga laboratorium untuk kakek dan ayah gunakan"
"Terimakasih Lin'er kamu memang anak berbakti"
"HM..aku pergi dulu"
Xiao Linlin pun pergi dari apartemen nya menuju suatu tempat yang tak seorangpun tahu, dengan array sihir teleportrasi ia pergi ketempat itu. Sudah ribuan tahun ia tak menjamah tempat yang menjadi incaran manusia ribuan tahun silam.
"Lin'er, pasti berita tentang kita sudah menyebar ke luar. Pasti cabang sepuluh dari keluarga Xiao akan segera bertindak untuk memegang perusahaan Xiao group yang telah didirikan ratusan tahun silam. Kakek mohon padamu untuk mengambil alih perusahaan, dan juga kami ingin bertemu putramu yang katanya sangat tampan itu?"
"Kek, kui'er dia pergi karena ada urusan yang mendesak. Beberapa hari ini ia tak bisa hadir jadi bersabarlah, dan mengingat temperamen nya yang dingin, Lin'er berharap kakek bisa menjaga kata-kata. Jangan sampai menyinggung perasaan nya, ia terlalu berdarah dingin dengan siapapun." Xiao Linlin memperingatkan kakek dan keluarganya agar tak menyinggung perasaan Wu Kui jika mereka bertemu.
"Baik kami akan ingat"
"Untuk sementara kalian tinggal disini dulu, karena Lin'er ada urusan yang harus di selesaikan"
"Hati-hati Lin'er , musuh kita belum diketahui siapa mereka, ibu yakin bukan cuman satu yang mengkhianati keluarga Xiao kita ini"
"Ibu tenang saja, Lin'er bisa jaga diri. Dan semua makanan ada di kulkas dan ada satu set komputer super di lantai dua, ada juga laboratorium untuk kakek dan ayah gunakan"
"Terimakasih Lin'er kamu memang anak berbakti"
"HM..aku pergi dulu"
Xiao Linlin pun pergi dari apartemen nya menuju suatu tempat yang tak seorangpun tahu, dengan array sihir teleportrasi ia pergi ketempat itu. Sudah ribuan tahun ia tak menjamah tempat yang menjadi incaran manusia ribuan tahun silam.
Di depannya kini berdiri istana megah, tak berubah. Bangunannya masih seperti ketika ia meninggalkan tempat ini terakhir kalinya.
Ia mulai melangkahkan kakinya memasuki pekarangan istana. Di depan pintu istana berdiri seorang laki-laki tampan setampan dirinya di masa silam, hanya terlihat lebih matang saja.
"Kakak, aku pulang" katanya lirih.
"Lin'er kamu kembali? Kami sangat merindukanmu" pria itu pun bergegas dan memeluk Xiao Linlin erat.
"Suami, siapa yang kamu peluk itu?" Tanya seorang wanita cantik yang berdiri di depan aula.
"Sayang, ini master Xiao Linlin"
Tadinya istri Xiao Feng Lie akan salah faham dengan suaminya yang tiba-tiba memeluk seorang wanita di depannya. Ketika tahu jika wanita itu adalah master suaminya ia merasa lega, apalagi dia ibu Xiao Zidane.
Setelah melepas rindu ketiganya duduk di aula tengah berbagi cerita tentang selama ini yang terjadi pada diri mereka. Dan juga naga Feng menceritakan Xiao Linlin di Mana ia tertidur lama dan di tolong oleh kaisar bangsa Elf yang ternyata Xiao Linlin adalah pasangan hati sang kaisar, dan terjadilah pernikahan sepihak.
" Jadi aku masih punya satu anak laki-laki dari elf itu?" Tanya Xiao Linlin shock berat.
"Gila, ini benar-benar gila, diwaktu dia tertidur ia di..gauli oleh kaisar elf dan punya anak? Dan anak itu udah dewasa ?
Ya Tuhan.. ini..membuat ia shock berat dengan berita ia punya anak kandung lain selain empat anaknya selama ini. Ia juga sedih karena Wu Xiexua Dan Wu Xianie telah meninggal dunia.
"Ayah, hari ini aku merasa jantungku berdegup kencang, katakan padaku ayah apa yang terjadi pada diriku ini?" Tanya seorang laki-laki yang wajahnya seperti Wu Kui. Jika mereka di sandingkan seperti anak kembar identik. Bedanya hanya karakternya saja. Wu Kui arogan dan kejam, Xiao Zidane ia lembut dan berwibawa.
"Dia...siapa kak?" Tanya Xiao Linlin terkejut, melihat wajah Wu Kui muncul di hadapannya.
" Dia putramu, Xiao Zidane."
Feng naga menoleh ke arah Xiao Zidane dengan mata yang berkaca-kaca, air matanya berjatuhan berlomba-lomba keluar dari kelopak matanya yang indah.
"Zidan kemarilah, dia ibumu yang selama ini kamu tanyakan"
Zidan memperhatikan wanita cantik yang dikata ia ibu mandungnya.
"Iiii..Bu?" Tanyanya dengan mulut bergetar.
Ia tak percaya, setelah seribu tahun lebih ia berharap bertemu dengan ibunya yang kini di depan matanya.
Xiao Linlin juga Tak kuasa menahan tangis dan memeluk Xiao Zidane, erat.
" Maaf telah lama menelantarkan dirimu sejak kecil. Ibu juga pasrah jika kamu ingin Membalas dendam ke ibu"
"Tidak, ananda yang seharusnya minta maaf kepada ibunda karena belum bisa berbakti kepada ibu"
Xiao Linlin pun memeluk putranya erat penuh kasih sayang.
Di kejauhan ada sosok yang melihat adegan berpelukan dengan mesra. Wajahnya berubah seperti p****t panci, karena ia memiliki cuka yang amat besar.
✨✨✨✨✨✨✨
Dari kejauhan ada sorot mata yang tajam melihat ke arah Xiao Linlin yang sedang berpelukan dengan suaminya, siapa wanita cantik itu yang berani-beraninya memeluk laki-laki miliknya? Apa dia tidak takut dengan bangsa naga yang legendaris? Tapi kenapa ayahnya diam saja dari tadi? Bahkan ibunya yang selalu protektif dengan ayahnya membiarkan wanita itu memeluk nya? Ada sorot benci di sepasang matanya.
Naga Feng yang merasakan tatapan marah milik putrinya segera berdehem, menandakan bahwa ia harus mendekat kearahnya.
Seorang wanita cantik yang di atas kepalanya ada sepasang tanduk naga mendekat takut-takut ke arah ayahnya.
"Aaa...yah .."
"Beri salam hormat ke ibu mertuamu sekaligus master ayah, dan kontrol perasaanmu agar kegelapan tidak menguasai mu" perintah sekaligus teguran untuk nya .
Ia adalah putri dari Naga Feng, yang bernama Feng Huiyan Chi.
"Aaa..pa, dia ibu dari kakak Zidane?" Tanyanya shock. Karena wanita di depannya cuman seorang manusia biasa, dan ia masih sangat cantik.
"Hai, kamu bisa panggil aku ibu, atau mama? Sesuka kamu saja, mungkin kamu terkejut melihat kedatanganku setelah ribuan tahun lamanya?" Tanya Linlin lembut.
Feng Huiyan Chi sangat malu karena berperasangka buruk padanya.
"Huiyan memberi hormat kepada ibu mertua" sambil membungkuk rendah.
"Berdirilah, saya dengar kalian sudah punya seorang putra, di mana dia sekarang?"
"Maaf ibu, dia tidak ada di sini. Ia lebih suka berkeliaran di mana-mana" jawab Zidane merasa bersalah.
"Tidak apa-apa, aku kesini hanya mau melihat kalian saja, apa kalian semua baik-baik saja atau tidak. Ternyata kalian lebih baik dari aku bayangkan. Jadi hatiku merasa lega"
"Ibu jangan khawatir kan kami, kami bisa jaga diri" Zidane.
"Oke, karena aku telah melihat kalian, aku bisa pergi dengan tenang. Ini ada gelang yang nanti menghubungkan kalian dengan ku, jadi jika kalian ada apa-apa atau aku butuh bantuan kalian tinggal menghubungi lewat gelang ini"
"Lin'er, sebaiknya kamu istirahat disini dulu, kita sudah lama tak bertemu" naga Feng sedih.
"Baiklah, aku akan tidur disini satu malam."