Chapter 8. Rival

1417 Words

Alle tersenyum sinis. Sorot matanya menajam, tapi tak mampu membuat Reina jera. Wanita itu menyelipkan helai rambut panjangnya di belakang telinga, lalu melipat tangan di depan d**a. "Selamat datang di rumahku, Nona," sapa Alle.  Reina mencoba untuk tetap tenang dan bersikap profesional. Dia adalah bosnya. Pria itu adalah pimpinannya. Kalimat itu yang terus tertanam dalam benak Reina untuk menekan amarah yang meledak dalam jiwa. "Apa Anda harus menculik saya? Seperti itukah cara yang harus Anda lakukan?" protes Reina. "Maaf, itu di luar protokolku. Mereka terlalu cerdik untuk menangkap macan betina sepertimu," sebuah kebohongan yang tertutup rapi oleh kata manis. Alle bahkan memerintah anak buahnya untuk memasukkan wanita itu ke dalam karung, jika dia menolak. "Kamu bisa membantuku? A

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD