Tentu saja Cecilia dan Pandu merasa sangat gembira di siang menjelang sore di mall, dan hari itu adalah hari biasa yang tidak begitu ramai, sehingga mereka bisa sedikit leluasa di area bermain, tanpa harus menunggu antrian. Anik dengan sabar dan telaten menjaga dan menemani mereka di area bermain, tatapannya terus mengawasi meskipun sesekali berjarak. “Ah, seru banget, Mbak Anik. Pandu sudah pandai nyetir lo dan nggak nabrak-nabrak lagi kayak dulu,” ujar Ceci yang baru saja selesai bermain mobil-mobilan kecil, dan Pandu yang masih berada di dalam arena, waktunya masih lumayan lama. “Wah, hebat ya, Pandu. Hm, kamu kok berhenti, masih lama lo waktunya?” Anik bertanya. Ceci menggeleng. “Aku capek.” Anik tertawa kecil, mengerti Ceci yang pasti lelah meskipun hanya sesekali bermain, karena

