Rey menggenggam tangan Lupita saat Lupita masih menutup matanya. Mungkin jika ia sadar, Rey takkan berani melakukan itu. "Lu, aku nggak tau kalau kondisimu akan kembali seperti ini. Aku nggak mau liat kamu menderita lagi. Perjuanganmu sudah sampai puncak, dan sekarang kamu harus memulainya dari awal. Semoga kamu tetap sanggup menjalaninya," gumam Rey pelan. Ia tidak mau membangunkan wanita cantik itu. Kreekk! Widia membuka pintu ruangan itu, melihat keadaan Lupita sampai sekarang. "Bagaimana? Apa dia sudah sadar?" "Belum, Bu." Widia sedikit memperhatikan sikap putranya. Tangan Rey yang menggenggam itu membuatnya tersenyum gembira. Ada secercah harapan jika Rey saat ini sedang jatuh cinta. Tapi, apa pantas ia jatuh cinta sama wanita yang sudah punya suami? "Apa kamu sudah meng

