Kantor baru

1385 Words

Lupita terdiam sambil melihat sekitar rumahnya. Tidak ada siapa-siapa lagi di sana. Hanya ada dirinya dan Reyhan yang kini menemaninya dalam diam. Rey tidak berani berbuat apa-apa, ia hanya membiarkan wanita cantik itu melepas kesedihannya. Dia mengerti. Kenangan saat bersama kedua orang tuanya serta suami yang sangat ia cintai, semua ada dalam rumah itu. Rumah peninggalan kedua orang tuanya. Air matanya tumpah begitu saja saat mengingat kebahagiaan itu. Namun, sekarang bahkan kebahagiaan itu sudah tidak ada. Hanya sebuah kenangan saja. "Rey, aku nggak bisa tinggal bersama ibumu. Aku hanya ingin tinggal di rumahku, di sini." Reyhan melangkah menyentuh pundak Lupita pelan. "Tak apa, itu sudah keputusanmu. Aku akan bilang sama ibu kalau kamu masih ingin di sini. Tapi, biarkan aku kem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD