"Jadi, kapan kalian akan melangsungkan pernikahan?" Uhuk ... Seketika Rey dan Lupita tersedak secara bersamaan saat mereka sama-sama sedang meneguk air di dalam gelasnya masing-masing. Pertanyaan macam apa itu? Widia merasa lebih bahagia melihat kekompakan mereka. Anak dan calon menantunya. "Lihatlah kalian. Kalian memang sudah ditakdirkan bersama, apapun yang kalian lakukan selalu saja sama. Itu artinya kalian berdua memang sudah jodoh, Rey." Uhuk ... Rey kembali batuk dalam waktu yang cukup lama. Perkataan ibunya berhasil membuatnya salah tingkah lagi. Oh, tidak. Jangan lagi. "Bu, sebaiknya kita jangan dulu bicarakan itu," ucap Lupita membantu Rey menepuk-nepuk pundaknya. "Kamu nggak apa-apa, Rey? Minumlah lagi." Lupita memberikan satu gelas air lagi untuk Rey dan kali ini

