Jawaban

1299 Words

.           “Kau pasti Angkasa,” lanjut Illion dengan nada yang sangat tenang. Dia lipat kedua tangannya di atas meja yang memisahkan dirinya dengan Angkasa. Dari jarak itu, Illion mampu menembus masuk ke lapisan terdalam netra Angkasa yang hitam kecoklatan, seolah ia sedang berenang pada lautan memori yang begitu luas dan dalam. Angkasa masih menunggu. Di satu sisi ia sedang dalam penuh pertimbangan harus melakukan apa lebih dulu. Siapa Illion pun, ia belum tahu. Angkasa tak boleh bersikap ceroboh. Terlepas pada apa tujuannya datang ke tempat ini apalagi dengan beban target yang ditekankan Buros, Angkasa menyimpan tujuan yang lebih penting. Tujuan itulah yang tak boleh meleset karena ia tahu inilah kesempatan satu-satunya berhadapan langsung bahkan masuk ke desa para Vocksar.         

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD