. “Mereka belum menampakkan diri, jenderal,” lapor Butoo pada Ralin dengan mata penuh waspada. Tak kurang dari seribu prajurit kerajaan yang dibawa Ralin mengepung tempat itu. Desa terbakar, satu-satunya lokasi yang diketahui pihak Zakaffa dari Angkasa. Lewat jalur intelijen yang penuh saringan dan liku, akhirnya pasukan dimobilisasi menuju satu-satunya tempat yang dianggap sumber ancaman terbesar untuk raja, Vocksar. Entah kapan dan bagaimana pasukan itu dikordinasi, yang jelas ini benar-benar sebuah kejutan. Ralin berdiri paling depan, di atas kuda hitamnya yang gagah nan tinggi, ia menunggu kemunculan para Vocksar dengan jantung yang berdebar. Jauh di dalam dirinya sedang terjadi kecamuk rasa yang luar biasa, sungguh berbeda dengan ketenangan yang ia nampakkan di luar. Kedu

