Sambutan Xatho

1890 Words

. Xatho memberi tanda genggaman terangkat ke udara. Dia bertengger di antara dahan pohon-pohon besar. Matanya menelisik ke segala arah, memperhatikan baik-baik setiap pergerakan pasukan musuh. Lalu dia menoleh ke belakang. Semua klannya sudah siap di posisi masing-masing. Sepertiga dari mereka memencar di atas dahan pohon, sepertiga lagi bersiap di bawah dan sisanya menyebar ke tempat-tempat tersembunyi sebagai pasukan bayangan. Frost dan Son mengangguk melihat isyarat dari Xatho. Mereka siap di posisi masing-masing, berkumpul dengan pasukannya sendiri. Dua pemuda Vocksar itu berpencar ke kelompok yang berbeda. Frost memilih di bawah sementara Son bertengger di atas pohon.            “Kita tunggu aba-abanya,” ucap Son tanpa suara, hanya bibirnya saja yang bergerak. Frost mengangguk.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD