Pukul 23.00 WIB, setelah festival cinta berakhir. Felix dan Luna berdiri di sisi jendela besar kamar hotel. Saat ini, Felix mengantar Luna sambil menyusun kata untuk menjelaskan mengenai masalah yang melibatkan ayah dan juga papa. Felix tidak ingin, rasa sakit hati menjadi kebencian mendalam dan akhirnya merusak semua kebahagiaan. Laki-laki kekar itu menarik napas dalam dan membuangnya perlahan. Kemudian ia kembali menatap Luna dengan tatapan cinta yang begitu terasa. Sama halnya dengan Felix. Sejak beberapa hari terakhir, Luna juga risau. Ia pun memutuskan untuk jujur mengenai keadaannya yang sudah dapat mengingat masa lalu dengan jelas. "Luna!" "Felix!" Keduanya memanggil dalam waktu yang bersamaan. Kemudian saling tersenyum dan menatap hangat. "Katakan!" pinta Felix seraya menyel

