Tiga bulan kemudian, setelah proses lamaran yang mendebarkan. Felix dan Luna mengadakan acara pernikahan, kemudian dilanjutkan dengan pesta seru di sebuah kapal pesiar nan mewah. Tamu undangan kali ini, tidak terlalu banyak. Semua Felix lakukan demi menikmati waktu lebih lama bersama Luna. Pikirnya, daripada meladeni orang lain, lebih baik menyiksa istrinya. Otak seksi itu terus saja menggelembung dalam jumlah yang banyak. Seperti air panas yang telah mendidih dan menimbulkan suara bergemuruh di dalam hatinya. Sejak siang, hingga malam, acara di kepala ini sangat seru dan heboh. Semakin malam, suasana makin romantis dan Felix serta Luna kian bahagia. Sederet pemusik dengan berbagai alat musik khas bertema sweet dan romance, menghibur banyak pasang telinga yang mendengarkannya. Pujian

