Chapter 1. Pertemuanku Dengan Tuan Abgel
Malam nanti tuan Abgel,
"Tidak, mungkin besok pagi biarku turun sendirian menemui, mu."
"Praktisi hukum anda?"
"Plak."
tamparan pedas untuk sang Algo yang takut dengan Ergon.
Jangan Sekeras ini pada hati oleh seorang gadis kecil.
Pakai tidak mengerti aku berbicara dengan bahasa apa.
Dan kau?
Aku juga tidak begitu tahuan kak
Jadi harus lewati mana arah datang sumber cahaya.
Bagaimana ini menemujannya saja. ku masih sulit.
Hey namaku Argi aku sang penyumbat jalan pikiran manusia dari tadi ku mengacak buku bukumu di memory tepat sebelah kifi stas.
Aku tak sengaja tapi jelas ini seeu.
Siapa itu lagi namanya bsdu ku kenal
Seram.sekali ini pat ini
Aku bafu melihatnya pertama aku mengenalinua ia menyenghambat jalan pikiranku terasa begitu lambasn dan melemahkan sebagian urat saraf.
Aku heean di sini asa banyak macam pelatuk nyasar
pasti ini anak nuah tuan Abigel yang sudah terlampaui.
Dan ada hubungannya tentang .. "Petualang!?"
Bentak dengan tanpa halus hanya bayanganya yang terlihat.
Kau tak melihat ku habis dari penjara tuan Abigel karena salah ucap
sekarang ku harus menemukan hati Tuan Abigel untuk tak tambah memperburuk jalan hidup.
Umurnya baru harusnya mengikuti imunisasi tapi kenapa malah tertahan di rumah besok ia sudah tidak bisa.
padahal ia seorang gadis kecil.
Turun tak usah betengkar Elgo.
Jangan datangi kantor Algo juga untuk sebuah itu.
"Kalau mau mereka tak ," hanya sepengalan suara tuan Abigel.
Tidak ingin suara atau apa itu yang mendatangi. Teriak gadis kecil itu.
Diam membisu.
Pintanya.
Teriakan histeris di sebuah terangnya hidup.
Dengan cahaya sinar siang.
Sudah diatas hangat.
Tak pernah melihat.
Algojo
Hei Go,
Satu kedipan pada pria pelayan sebuah kastil uniknya cukup moderen.
Aku dalam batasan Algiger.
Yaifu seseorang suruhan tuan Abigel yang suka lewst lorong rumahnya.
Tak seimbang jika menghadapinya.
Jika cewe lempar saja kepalanya ke tanah bawah lobi.
Garageku tak muat kata orang lain.
mungkin.
lebih baik tak usah menemani atau terlihat melintas depan pagarku.
Besiku sudah hampir tak ada emasnya.
Sunyi
senyaplah.
Mari menghilang.
Sejauh radius ku telah berada bukan pada Elga tak boleh diseruputi.
Besok aku bangun dari mimpi.
Tidak aahhhh.
Tidak ada Elga.
Yang kutakuti mereka tetap mendekatiku.
Sawan panas terasa, aliran darahku sesak.
menghilanglah di sekujur tubuh
Mereka yang membingungkan kenyamanan hidup.
Mimpi buruk!!!!
Tak ingin lagi.
Tak ada bangsa setan
Jedah bait pada spasi.
Tunggal
Tak lihat
Sudah tak ada orang.
Kenapa mereka menyahutiku.
Ahhh Ku ingin berlari.
Taruh buku di sana tak ingin dirinya hadir.
"Tuan Algan bisakah ponselmu ku yang melihatnya tapi tak ada saksi di sini.
Bisakah anda tutup mata hatiku untuk melihat makhluk lainmu
yang belum.tentu kusukai
Karena bukan bagianku.
Aku bisa membunuh pelayan restoran seketika kalau kata-kataku tak kau turuti.
Dentuman keras atau batua yang mengjigapo seluruh otaknya tapi
Dirinya tak mau mereka menghetahui setidaknya bukan ekor dari ebul.
"Ada jagal dimana-dimana, dan suara seruduk banyeng."
Awas bukan milikmu.
Aku hampir tak bisa menampar mereka semuanya.
"Untuk terus mengusir mereka lebih jauh, lebih utuh kedepannya."
Aku tak mau ada intaian berwarna menghingggapi.
Bau tak ada kejelasan apakah mereka usang.
"Mati perlahan dan terus melemah, tapi bagai mana caranya agar kelemahan di sekitar kromosom."
"Tetap tak membelah diri sang Algan mohon membelah diri aku tak ingin satu jalan dengannya."
"Cepat berlalukan."
"Penjaga kastil murahan."
"Pakai pisau besi, agar kesucian pas acara Buka bukaan menjelang aku yang paling cantik dan berdiri tegak."
Banyak puisi kertas terselebar selama masa ke jayaan dirinya.
"Tapi Bau menyengat di sekitar kota yang belum ada aku hanya ingin mengamati geografis bumi."
Katanya sudah terbelah menjadi jurang di antara hari akhir bagi semua orang.
untuk bayi seperti aku.
Minggir aku ingin melewati bulan belum sirna itu menghunuskan pedang pada bayi itu.
bayi terakhir adalah manusia setengah aku.
Hatinya terpejam lantara tak ada pelayan di kastil membukankan isi kulkas.
lama sekali babu-babu baru datang.
"Aku tak bisa melayi mu lebih dari sekedar ini, atau memilikimu sepenuhnya."
"Mungkin diner nanti tak kan bertemu
Eh pelayan itu malah kabur di persinggahan siang yang seharusnya.
"Tak sepakat, tak ada jalan temu."
"Nyaris hampir ku melahap perjanjian semu itu semua, tidak, tidak kali ini aku bahkan mau semuanya, aku ingin seutuhnya."
Latar tanah di daerah humus amblas.
"Tak usah di kejar sekarang ku bersama tuan Algan untuk mengejar citaku apakah bisa tuan Alga menelateni hidupku.
"Bahkan hampir baku tak punya untuk di miliki.
Sesaat ia mulai mengintai tuan Algan apakah yang terjadi pada dirinya.
"Apakah di hatinya sudah tidak akunya?"
kenapa dia melewatiku begitu saja.
Hari ini ku melihat muka Tn.
Tapi sepertinya kata kata yang Tn perintahkan untuk aku belum mengerti.
Bilamana waktu pagi Bisakah Tn. Algan melepaskan seluruh ikatan Suci ini.
"Tn. Kenapa kebocoran di ruanganku."
"Mengapa mereka menyerapku?"
"Nyawaku habis, terkena panas api dari pelecegan oleh bangsa lain itu lebih menyedihkan tn. Aku bisa binasa jika mereka terus mengejarku."
"Dengan setumpukan dosa dosa?"
"Bisakah aku bersuci padamu Tn? Kembali ke fitrahmu untuk terus bersama melakukan ibadah ya atau ritual pemujaanmu."
"Maafkan aku tuan, tapi aku telah salah menekuni hari ini. Aku telah menjahati diri dengan banyak argument dan sulit untuk membangun jati diri serta darah merah yang keluar dari balik sayat."
"Sudah jangan tanya yang lainnya."
"Ups. Aku membuatmu jengkel lagi."
"Menyayatmu dengan sayatan ternikmat di sekitar kaki dan pergelanganmu apakah baik saja, tutupi itu."
"Cepat ada petaka bodoh."
hapus."
"Mereka mengintai apa celah makna mu mengulitimu?"
"Iya maaf, itu maksudku."
Iya menunjuk daerah habis kotoran jorok.
Dan melekat erat seperti bawaanmu .
Bagaimana ini sudah lecak.
Yang aku takuti tak sah denganmu.
"Kenapakah siapakah itu yang datang?"
"Awamkah?"
"Kacau?"
"Bagaimanakah sayang?"
"Aku telah insaf tuan?"
"Tapi hari ini aku takut bagaimana kejadiannya karena kita seperti di dikte oleh seseorang."
"Dan apakah nasib nya hari ini dan sang pemburu , akut tuan ada yang ...."
"Ia menghentikan kata katanya dan langsung berakhir
"Oh dengan siapa aku hidup."
"Tuan ada serbuan maling."
"Maksudmu."
"Tidak itu bukan punya ku tuan."
"Coba teliti sedikit lagi?"
"Maaf aku sedang sibuk denganmu."
Aku melugat algojo algojo sedang membersihkan kamar dari kerumunan orang yang di pegal hukum mati oleh seeorang yang gerakannya sungguh tak bebas. Tak meburut hatilah tak menurut jalan pikiranku lah."
"Mereka mengerayangi seperti sendok."
"Semacam p*****l. Mengotak atik uang sakuku seminggu penuh."
"Belum ku mengerti ciuman pertama ku dengan yang lain tanda jadian dengan seseorang itu."
" Mungkin diriku."
"Kenapa mereka melakukan pertikaian dengan artian ku tak mengerti."
"Kenapa kita kacau."
"Aku kurang berkesan. Kisah romantis untuk diriku tapi bukan kesan ini cuman khayalan. Kenapa berlebihan."
"Apakah ini tuhan pertanda tidak baik, aku bahkan belum menikmati masa kecilku."
"Mereka minta."
"Dunia siluman atau hal gaib.
Apa mereka terlalu mencicit cuat tidak di bagian ku.
"Tuan vampire bangsa werewolf."
"Kacau balau. Masih dalam sengatan kegiatan rutinku."
"Hey ada gosip murahan."
"Mereka mulai bergunjing tak menelateni diriku."
"Tuan aktivitas yang mengesankan itu datangnya dari mana ya?"
"Aku tak tersentuh untuk kali ini tak mungkin mencintai tapi apakah mendengar seluruh tuduhan diriku?"
"Tapi apakah mereka pemerhati diriku?"
"Pentingkah?"
"Kenapa ada candit. dan hati tepotong di kaku."
"Bau busuk. Mereka? Apakah kau sudah dapat pintu ke sehatannya saya?"
"Maaf manusia kamu belum mengerjakan tugas."
"Anda buru buru sekali."
"Ayo perinduan. Salam cium hangat untukmu Tuhan."
"Tidak benar aku sangat mencintaimu belahan jiwa tersayang."
"Tuan Aku mati kaku sakit redam kaki ngilu seperti mayat kaku."
"Sakit apakah ini? Maaf tuhan kakiku tidak enakan."
"Aku tidak mau hidup di bawah alam sadar yang kurang higienis tapi sulit untuk terjaga tapi aku takut saat memejamkan mata hati."
"Apa menyela, di mana letak kesungguhan hatimu."
"Apakah ada jalan lagi menuju surgamu ya tuhan, saatku mulai redup. Lari kemanakah diri ini?"
"Bagaimana dengan ini sampanse kecil?"
"Baiklah aku akan pergi mandi
Setelah hatinkaki yang terkilir terobati
Baik sekarang juga ku bergegas melewati lorong sempit untuk membuka pagi yang di ngin di tubuh mungilku
Sehabisnya ku akan sehat.