Sella malam itu baru saja pulang dari kantornya, dia membuka kulkas untuk mengambil minuman yang ingin ia minum. Namun saat mengambil gelas dan ingin menaruhnya di meja, tiba-tiba saja gelas tersebetu lolos dari genggaman tangannya. Dia terkejut dan terdiam beberapa saat. Firasatnya sungguh tidak enak, hatinya gundah gulana tanpa sebab. Sella lalu merapikan rambut dan membersikah pecahan gelas yang ia jatuhkan. **** Adit begitu khawatir saat melihat kekasihnya tadi, wajahnya begitu pucat. Dia terlihat sangat lemah. Adit berusaha menghubunginya tapi tidak diangkat, sedangkan dia hari ini ada rapat sampai malam. Dan dia sungguh lelah sekali. Mungkin setelah istirahat dia akan menghubungi Adel. Dia tidak bisa meninggalkan rapat lagi seperti kemarin. Ayahnya bisa benar-benar

