BAB 22

991 Words

BAB 22 Leon semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Ocha, dia kemudian mengecup pipi kiri Ocha dengan penuh kelembutan, dan cukup lama tidak seperti Ocha tadi. Kemudian dia beralih mencium pipi kanan Ocha cukup lama juga dia menempelkan bibir dan hidungnya di pipi kanan Ocha, sampai-sampai Ocha refleks menahan napasnya. Kemudian Leon beralih mengecup kening Ocha dengan begitu lembutnya, sangat lama sampai keduanya terasa menyatu. Entah dorongan dari mana, mungkin karena situasinya yang mendukung atau karena naluri Leon sebagai seorang pria normal yang memiliki hasrat. Kini Leon perlahan menurunkan ciumannya menuju hidung, perlahan demi perlahan, sebentar lagi bibir mereka bersentuhan. Tin … tin … Ciuman Leon digagalkan oleh suara klakson mobil, seketika kedua insan itu tersadar dengan apa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD