Semakin Menakutkan

505 Words
Di meja makan telah tersedia sarapan yang telah di siapkan oleh Bunga, "Wah .. nikmat sekali makanan ini, sayang terima kasih ya sudah siapkan ini semua untukku."  Bunga tersipu malu dan dia berkata "Iya sayang, untuk pertama kalinya aku masak. Semoga saja kamu suka apa yang telah aku buat. "  Aku coba ya, pasti ini enak." Saat Ansel memasukkan makanan ke dalam mulutnya, dia langsung terdiam dan tidak bisa berkata apa-apa lagi, yang dia hanya rasakan hambar. "  Bagaimana Rasanya Sayang? "Ha! Enak kok, aku akan menghabiskannya."  Di dalam hati Ansel hanya menhan apa yang telah di rasakannya. Dia berusaha untuk menjaga perasaan istrinya yang sudah susah payah membuat kesalahan, jika dia berkata jujur itu akan membuat kecewa di hatinya. Tidak ada satu pun yang bisa dia lakukan saat ini jika dia begitu sangat mencintai Bunga dan tidak ingin melihat dia bersedih.  "Tunggu aku akan coba juga."  Ansel mencoba melarangnya, tahunya Bunga sudah memasukkan makanan ke dalam mulutnya dan terlihat ekspresinya dan dia berkata.  "Sayang, jika memang tidak enak jangan mencoba, kita makan di luar saja. Huft ... aku gagal deh masak." "Sayang, Kenapa kamu makan juga, lebih baik kita makan di luar saja. Sekarang syukuri saja apa yang telah diberikan. Di luar sana banyak orang yang ingin makan, malah kita buang-buang. "  " Tapi ... "  " Ayo ... makan jangan sungkan untuk memakannya. Cintailah masakkan yang kita buat. Besok bisa belajar lagi tidak apa-apa gagal untuk namanya juga belajar 'kan? "  Ansel mencoba melarangnya, tahunya Bunga sudah memasukkan makanan ke dalam mulutnya dan terlihat ekspresinya dan dia berkata.  "Sayang, jika memang tidak enak jangan mencoba, kita makan di luar saja. Huft ... aku gagal deh masak."  Sayang, Kenapa kamu makan juga, lebih baik kita makan di luar saja. Sekarang syukuri saja apa yang telah diberikan. Di luar sana banyak orang yang ingin makan, malah kita buang-buang. "  " Tapi ... "  " Ayo ... makan jangan sungkan untuk memakannya. Cintailah masakkan yang kita buat. Besok bisa belajar lagi tidak apa-apa gagal untuk namanya juga belajar 'kan? "  Bunga Tersenyum Saat Ansel menenangkannya Bunga, dan membuat dia tidak Bersedih Lagi. Jauh di pikiran Ansel untuk menyakitinya. Ansel yang terdiam saat bisikkan itu datang mendarat di telinganya, "Ansel .... akan mengambil anak yang berada di kandungan istrimu." Ansel sangat terkejut suatu ancaman yang semakin tidak mengerti, semenjak dia memutuskan untuk menjadi manusia, bisakah Iblis itu selalu menghantuinya, baik itu kepada Bunga yang begitu mendalam, Ansel berusaha untuk tetap menjaga Bunga istrinya dengan baik.  "Sayang kau kenapa selalu termenung begitu? Aku tidak mengerti apa yang sedang kau urus sekarang. Kamu tidak enak badan sampai kau pucat begitu."  Tidak apa-apa sayang, perasaanmu saja kamu itu tidak biasa melihat aku, jangan terkejut begitu hehee .. . "  " Ih ... Ansel menyebalkan sekali! " "Duh ... ngambek hahhaa ... hari ini terakhir bulan madu kita, apa kau tidak mau menghabiskan waktu bersama aku sekarang? Hm ... seperti enak-enak hahaa ...."  "Maksudnya bagaimana?"  Ansel langsung mengangkat tubuh Bunga menuju kamar “Ansel turunkan aku!” Teriakkan Bunga begitu kuat. 
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD