Kabar Baik

532 Words
“Baiklah, aku akan segera ke sana besok setelah pulang dari kantor. Jangan khawatir Ansel aku akan pasti ke sana jangan membuat diri kau cemas terus, dan percayakan aku untuk menjaga nya.” Ucap Jes yang berusaha untuk menenangkan hati sahabat nya itu agar tidak merasa gelisah lagi sampai tidak tahu harus berkata apa lagi saat ini. “Okelah, kalau begitu kau boleh istirahat.” Ucap Ansel langsung mematikan telepon nya. Jes langsung terbaring dan dia merasa ketenangan. “Huft... akhir nya aku bisa tidur dengan tenang tidak ada yang bisa menganggu aku lagi sampai di mana itu akan menjadi sebuah kenyataan yang ada, di sini tuga aku sudah terselesaikan juga jangan sampai besok aku akan lupa kalau mau segera menemui Bunga.” Ucap Jes di dalam hati nya yang sangat tenang. Bebalik suasa di rumah Ansel setelah Jes pulang, entah apa yang terjadi saat malam itu. Di dalam keheningan malam tersebut, di sisi lain nya lagi Bunga dalam mata nya yang terpenjam merasakan sedikit perasaan yang sangat tidak nyaman dan membuat diri  nya semakin saja tidak menentu satu sama lain nya lagi. Di sisi itu perasaan mengantuk dan tidak bisa dia rasakan lagi saat ini memang di dalam perjuangan nya untuk mendapatkan yang terbaik satu sama lain akan menjadi sebuah kenyataan yang ada satu sama lain nya. Saat itu Bunga terkejut ada suara bisakan entah dari mana yang mengatakan . “Bunga.... kau tidak akan selamat jika masih mepertahan kan....” Saat bisikan itu terdengar sangat jelas, entah apa yang bisa dia katakan lagi saat ini. Mata Bunga terbuka lebar dan dia tidak tahu lagi mau berbicara apa. Di malam itu ketakutan nya kemabali lagi dan membuat diri nya semakin tidak menentu saja. Keringat dingin yang dia rasakan saat ini begitu membuat Bunga semakin tidak menentu saja dan merasa kacau saja. “Suara apa itu?” Ucap Bunga di dalam hati nya yang penuh rasa ketakutan yang mendalam saja sampai dia tidak tahu harus mengahadapi satu sama lain nya. “Aku harus tenang jangan sampai aku menghubungi Ansel, jika itu terjadi akan membuat diri nya semakin tidak menentu satu sama lain nya. Saat ini memang sebuah kenyataan akan bisa merubah keadaan yang menjadi titik di mana keadaan nya mendalam.” Ucap Bunga di dalam hati nya yang berusaha untuk melakukan yang terbaik pada diri nya. Saat itu dalam lamunan Bunga dia merasa sedikit tidak nyaman pada diri nya, Bunga melihat ke arah kamar mandi nya seperti ada seseorang yang di dalam nya. Hati yang sangat takut akan membuat diri ini akan menjadi sebuah kenyataan yang sama satu sama lain nya. Memang keadaan itu akan menjadi titik di mana sebuah kenyataan berubah menjadi nya. “Aduh... kenapa aku menjadi takut begini padahal tadi biasa saja, kenapa ini terjadi lagi. Apa aku terlalu lelah? Jangan sampai membuat diri ini semakin yakin kalau semua nya bisa saja di jadikan bersama satu sama lain.” Ucap Bunga di dalam hati nya. Hati yang sangat kacau dan gemetar dia berusaha hilang kan, dengan berusaha untuk melakukan yang terbaik satu sama lain nya saat ini, di sisi itu Bunga tidak mau memberanikan diri nya menuju kamar mandi, di sana dia merasa itu akan membuat dia semakin ketakutan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD