“Iya sudah, aku pejamin mata saja aku berusaha tenang dan membuat diri ini semakin yakin kalau semua nya bisa di jadikan apa yang akan di buat satu sama lain nya.” Ucap Bunga kepada diri nya sendiri.
Di dalam ketakutan akhir nya Bunga tertidur lelap dan sesingkat itu semua nya menjadi membaik saja, dan membuat tidak ada kekuatan pada diri nya semakin mendalam.
Keesokan pagi nya dia terbangun melihat keadaan di sekitar seperti tidak menentu, di saat itu dia melihat semua perabotan yang berada di ruang tamu itu berantakan begitu saja, tanpa memikirkan hal yang sudah terjadi saat ini.
“Kenapa ini bisa hancur begitu saja, perasaan semalam baik-baik saja Hm... sangat heran saja aku memikirkan nya sampai detik ini aku masih belum menyangka apa yang akan terjadi selama Ansel berada di luar.”
Ucap Bunga yang penuh dengan keheranan sampai tidak tahu harus berkata apa lagi sampai detik ini memang diri nya semakin tidak yakin apa yang di katakan nya, akan menjadi sebuah kenyataan yang sama sekali tidak membuat diri nya semakin tidak mengerti.
“Oke lah, kalau begitu aku akan membereskan semua nya saja, melihat ini semua berantakan tidak mungkin juga. Anggap saja tidak terjadi apa apa tadi malam, itu hanya halusinasi aku sampai ketakuta yang mendalam saja.” Ucap Bunga dengan penuh keraguan pada diri nya sampai tidak tahu harus melakukan apa lagi sampai diri ini semakin mendalam saja.
Di saat asyik denga pekerjaan itu tiba-tiba ada seperti orang yang melintasi tepat di belakang tubuh nya, perasaan yang dia takut kan itu sudah terjadi lagi.
Dengan jiwa penasaran dia langsung menuju bayangan yang menuju ruangan tempat dia sering duduk.
Perlahan dia melangkahkan kaki tersebut, tidak di sangaka semua nya bisa dia atasi lagi saat ini. Memang sebuah kenyataan menjadi diri nya semakin mendalam saja, di sisi itu tidak ada yang bisa menjadikan diri nya semakin yakin kalau perbuatan dia akan melemah begitu saja.
“Apa!!! kenapa ini menjadi berantakan semua nya? Padahal aku tidak memakai ruangan ini setelah hari aku dan Ansel duduk lagi pula aku sudah membersihkan nya.”
Teriakan Bunga yang begitu mendalam saat ini, dia begitu sangat terkejut apa yang sudah di lihat nya.
“Arrgh... aku sangat stres memikirkan nya, kenapa ini terjadi kepadaku setelah Ansel pergi dan meninggalkan semua nya sampai mendapatkan yang terbaik juga satu sama lain nya.” Ucap Bunga yang sudah tidak menentu itu menjadi sangat kacau dan tidak tahu menjadikan diri ini semakin tidak nyaman saja satu sama lain.
Di sisi lain aku hanya berharap jangan melakukan nya, dengan segera dia memberes kan semua nya dan akhir nya dia menuju kamar dan langsung mandi.
Perasaan yang tidak tenang itu membuat diri nya semakin selalu di hantui dengan perasaan yang sangat bersalah pada diri nya sampai tidak tahu harus mengatakan apa pu itu juga. Sampai detik ini perjuangan dia menjadikan sebuah kenyataan pada diri akan terus dia rasakan satu sama lain nya.
Beberapa jam kemudian Bunga merasa sedikit tenang dan dia berusaha untuk melupakan apa yang akan terjadi pada diri nya saat ini, tidak ada lagi cara dia masih keras tidak mau memberitahu Ansel.