Perjalanan yang tidak butuh waktu lama lagi, sampai lah mereka di rumah yang sederhana milik Ansel.
"Sayang, ini rumah yang aku sediakan untuk pernikahan kita. Maaf aku tidak bisa memberikan semewah rumahmu itu."
Bunga langsung tata Ansel dan ucapan "Sayang, ini sudah bagiku. Rumah itu untuk kita merasa nyaman dan aman, nah ... sekarang aku sudah aman dan nyaman saat bersamamu."
"Kau ini bisa saja,
Bunga akan menjadi seorang istri yang selalu melayani dengan hati yang senang. Satu Minggu telah berlalu.
Saat Bunga sedang ingin mempersiapkan makan malam dia merasa sedikit pusing dan lelah. Ansel yang melihat langsung menghampiri istrinya, "Sayang! Kau kenapa?"
"Hm ... tidak apa-apa Ansel, hanya pusing sedikit."
"Jangan di paksa kalau memang kau tidak sanggup lagi, biarkan aku melanjutkannya. Kau istirahat saja."
Saat Ansel sedang ingin mengantarkan Bunga, dia mengatakan "Ansel, aku ingin muntah dari tadi aku mual saja." Bunga langsung berlari ke kamar mandi memuntahkan semuanya.
"Bunga, bagaimana sudah merasa enakkan?"
"Hm ... he aku harus istirahat Ansel."
"Iya sayang, kamu itu harus istirahat,
Bunga terbaring pada kondisi yang di alaminya saat ini. Dia kalau dia menyimpan testpack, dia hanya penasaran dan dia mulai mengecek dan hasilnya sangat mengejutkan, wajah Bunga langsung berubah bahagia, hasilnya dia positif hamil begitu bahagia saat melihatnya dan dia berencana untuk mengatakan Ansel yang sedang duduk santai di teras rumah.
Dia memanggil Ansel dan langsung mengikuti tubuh suaminya, Ansel masih bingung apa yang terjadi pada istrinya.
"Hm ... lihat ini." Ucap Bunga sambil menyodorkan testpack itu kepada Ansel. Ansel mengambil dan dia merasa senang dan khawatir, "
" Iya Ansel, ternyata minggu ini aku merasa tidak enak badan dan mual karena aku hamil. Aku senang Ansel. "Iya Sayang, aku juga senang. Bunga pokoknya kamu harus jaga baik-baik kesehatanmu dan jangan banyak bergerak dulu. Aku tidak ingin melihat kau lelah saat hamil ini, ingat kau harus banyak istirahat." Ucap Ansel sambil mengelus kepala Bunga. "Siap, aku akan mengingatkan apa katamu itu. Sebahagia ini aku melihat hasilnya, sebentar lagi akan menjadi ibu untuk anak yang ada di kandungan ini."
"Iya, dan aku menjadi seorang Ayah yang sangat tampan hehehe ..."
"Kau ini bisa saja Ansel."
Mereka berdua menjalani hari-hari dengan sangat bahagia, saat Bunga di nyatakan hamil positif Ansel selalu siap siaga untuk menjaganya.
Di dalam hati orang yang berusaha menutupi apa yang telah terjadi pada istrinya, jika periblisan tahu aku akan memiliki seorang anak manusia, yang ada anak aku akan menjadi seperti dan di bawa pergi oleh Lucifer, Ansel tidak ingin itu terjadi semua. Pria itu selalu mengingatkan kepada istrinya untuk menjaga kandungannya dengan baik-baik, saat dia berada sendirian.
"Sayang, jika aku sedang bekerja dan berada di luar kota aku harap kau selalu menghubungiku dan jangan pernah sedikit pun kau pergi sendiri tanpa aku menemanimu ke mana saja. Kau ingat aku sangat khawatir jika terjadi apa-apa pada dirimu dan anak ini." Ucap Ansel yang terlihat sangat khawatir pada istrinya. Sayang, sangat berlebihan, Iya aku akan menjaganya dengan baik aku selalu sehat. Dan aku harus bersamamu kemana-mana.
"Di suatu hari Ansel sedang ada pekerjaan di luar kota, saat itu dia khawatir tentang istrinya, tetapi dia berusaha untuk meyakinkannya agar dia pergi dengan tenang dalam bekerja," Bunga, aku takut meninggalkanmu, gimana kau ikut saja denganku untuk beberapa hari ini. 4 hari aku harus meninggalkanmu jika kau ingin sesuatu dan aku tidak ada gimana? "