Saat Asha sedang istirahat dari pekerjaan ibu rumah tangga yang serba sibuk, tiba-tiba ia teringat akan pemberian adik dari Friska beberapa hari lalu yang katanya seseorang mengaku orang tua dari anak temannya menitipkan sesuatu sebagai tanda ucapan terima kasih. Asha tidak mengerti, ucapan terima kasih itu untuk apa. Ia sendiri tidak pernah merasa membantu orang lain baik teman anaknya atau wali murid. Ia terkesan menarik diri dari kumpulan ibu-ibu ketika menunggu anaknya sekolah kok. Kebetulan ia berada di dapur, Asha lupa-lupa ingat meletakkan titipan itu. Seingatnya sih, ada di lemari dapur paling ujung. Nah benar, ada di sini. Asha mendapatkan yang ia mau. Asha kemudian kembali ke meja makan. Duduk di sana sembari membawa gunting. Usai duduk, Asha tidak membuang waktu banyak untuk b

