Hati Asha hancur melihat semua itu. Ia terus mengulang kalimat tidak mungkin. Ia berharap yang dilihatnya adalah sebuah kesalahan. Ya, kesalahan. Suaminya tidak mungkin berbuat begitu. Suaminya pria baik-baik, suka membantunya. Jika suaminya jahat, ia tidak mungkin masih hidup sampai sekarang. Asha mengusap wajahnya kasar, ia hapus air matanya dan mencoba tenang. Di saat seperti ini ia harus berpikir positif. Asha tahu pria itu suaminya, tapi Asha ragu suaminya bisa berbuat kejam begitu. "Jangan-jangan ini cuma akting. Ya, pasti Tuan Yuuji dulu pemain film. Aktingnya bagus sekali, seperti sungguhan." Asha tertawa mendengar penuturan positif dari dirinya sendiri. "Orang baik mana mungkin jahat." Ia masih keukeuh, di detik ini Asha masih percaya pada suaminya. "Apa aku tanya ya? ya, tan

