Pukul satu dini hari, Lian berhasil memasuki kediaman tetangga yang sering Asha bilang tetangga nomor empat. Tidak sulit masuk ke rumah ini jika si pemilik tidak terlihat ke sana ke mari. Dari jendela rumah, meski hanya bayangan Lian dapat melihat itu. Terlalu mencurigakan beraktivitas tengah malam tanpa alasan yang jelas. Dalam kegelapan dengan senter yang ia pegang, Lian mencoba mencari suatu bukti yang mampu memberatkan dugaannya mengenai tetangga nomor empat ini. Tidak maksud ingin menjebak seseorang, hanya perlu mawas diri. Jika memang tidak ada yang perlu diwaspadai, ia akan melepaskannya. Satu persatu, Lian geledah laci rumah tersebut. Seluruh ruangan bawah tak ada satu pun benda mencurigakan. Lian memutuskan beraksi ke atas, ia yakin di sana tampaknya akan mendapat petunjuk lebih

