Pukul lima sore, satu jam sebelum Yuuji pulang. Asha sudah menunggu di depan teras rumah. Asha tampak senang, ia seperti istri sungguhan dalam sebuah sinetron yang terkadang ia tonton. Sembari menunggu, Asha memilih berjalan menuju taman bunganya. Ia lupa menyiram tadi. Mungkin menyiram kali ini cukup menghabiskan waktu agar waktu menunggu suaminya tidak terasa. Sembari bersenandung, Asha mulai menyiram satu per satu tanamannya. Tak lama, terdengar suara pintu pagarnya di buka. Asha yang terkejut sontak melempar selang yang ia gunakan untuk menyiram terjatuh ke tanah tergeletak begitu saja. Asha bergegas mendatangi pagar, Asha pikir suaminya yang pulang ternyata bukan. Dia tetangga nomor empat ada di sana dengan wajah datarnya. Asha ketakutan sendiri. Suaminya bilang ia harus menghindar

