Empat Puluh Lima

1210 Words

"Oh ya, Tuan tidak mau minta maaf pada saya?" Yuuji sama sekali tidak mengerti maksud istrinya. "Tuan dulu saya tanya kerja di mana katanya di perusahaan, nyatanya apa, perusahaan sendiri. Tuan ingat, saya tidak bisa dibohongi. Tetapi jika Tuan meminta maaf saya bisa mentolerirnya." Sekarang Yuuji ingat, dia pernah mengatakan hal itu pada istrinya. Padahal lima tahun lalu niatnya tidak begitu. Awalnya ia mau bercanda, eh, waktunya tidak tepat. Yuuji pikir istrinya akan terus bertanya, ternyata tidak. Malah pembicaraan itu mengarah ke hal lain. Andai ia terus ditanyai, pasti kejahilan berujung kebohongan itu tidak akan terjadi. Kini tinggalah penyesalan. "Saya minta maaf, Asha." "Jujur, saya tidak niat bohong." "Semua terjadi begitu saja." Asha mengibaskan tangannya. "Sudah tidak apa-a

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD