Empat Puluh Enam

1211 Words

Asha kini hanya bertiga bersama anak-anaknya di kantin. Para karyawan sudah kembali bekerja sejak lima menit yang lalu. Sementara dirinya menunggu kedua anaknya menghabiskan es krim. Tak berselang lama, beberapa orang memasuki kantin. Kali ini berseragam biru. Mereka adalah office boy dan office girl di kantor ini. Asha tahu itu karena sudah jelas. Ia sering kali lihat di mana-mana waktu melamar pekerjaan, dulu ia juga pernah mau melamar menjadi seperti mereka. Sayangnya, ia tidak seberuntung mereka. Asha melempar senyum ke beberapa office boy dan office girl yang lewat di depannya. Untungnya ia dibalas senyum. Yah, negara ini terkenal dengan keramahannya bukan? tak heran jika ada beberapa orang tersenyum ketika bertemu orang lain meski tidak kenal. "Sayang, Mama boleh ambil makanan tid

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD